Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Staf Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikabarkan diusir oleh salah seorang anggota keluarga Hanafi Rais saat mengantar surat panggilan untuk putra tokoh reformasi Amien Rais itu, Jumat (27/06/2014) .

Hanafi Rais dipanggil Bawaslu terkait dugaan kampanye yang dilakukan di dalam kampus UMY beberapa waktu lalu.

Informasi terkait pengusiran tersebut dibenarkan oleh Ketua Bawaslu DIY, M Najib. Ia mengatakan, salah seorang staf yang mengantar surat memang diusir dari rumah Amien saat mengantar surat.

“Benar bahwa ada pengusiran itu, saat mau mengantarkan surat pemanggilan terkait kampanye di UMY itu,” kata Najib lewat telpon, Sabtu (28/06/2014).

Sementara itu, staf Bawaslu yang diusir Syariful Hidayat dan Amri Hasan mengatakan, pengusiran tersebut terjadi setelah dua orang yang duduk di depan rumah Hanafi mengetahui mereka dari Bawaslu.

Menurut Amri si pemegang surat itu, saat sampai di rumah Hanafi sekitar pukul 13.30 WIB dan masuk ke halaman rumah Hanafi, dia disambut baik. Namun begitu salah seorang yang mirip dengan Hanafi mengetahui bahwa itu surat pemanggilan dari Bawaslu, reaksinya langsung berubah.

“Begitu dibuka, langsung berubah, tadinya enjoy, terus teman saya yang mau duduk diusir, kayaknya itu adiknya, mirip soalnya,” kata Amri saat dihubungi via telepon.

Syariful pun membenarkan keterangan Amri. Syariful saat itu yang hendak duduk diemperan rumah diusir, tidak boleh duduk. Dia disuruh duduk di motor saja dengan alasan tanah rumah tersebut adalah tanah mereka.

“Jangan duduk di sana, itu tanah saya,” kata Syariful menirukan bentakan salah seorang keluarga Hanafi.
Setelah duduk dimotor, Syariful kembali diusir.

“Diusir lagi, katanya itu masih tanahnya, jadi saya dorong motor keluar halaman rumah,” pungkasnya.

Sementara ini pihak Hanafi belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi lewat asisten Hanafi belum mendapatkan jawaban.@ridwan_LICOM

Sumber: merdeka.com