LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jatim, langsung membentuk tim khusus menindaklanjuti tertangkapnya Edi Mulyono (44), sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sidoarjo, yang kedapatan mengonsumsi sabu bersama Wanita Idaman Lain (WIL) di Hotel Sirkuit, Kenjeran Park (Kenpark).

Tim Kemenkumham ini akan bekerja selama sepekan untuk menginvestigasi kasus yang melibatkan PNS golongan 3B yang ditangkap petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak di hotel esek-esek kawasan Kenpark.

Saat digerebek di dalam kamar hotel Kamis (3/7/2014) dinihari, Edi diketahui bersama Mila Budi Kristina (30), warga Gading Sari Indah 42 Kedurus. Di kamar mereka menginap juga ditemukan satu klip plastik yang diduga bekas sabu-sabu. “Kami belum terima laporan lengkap, tapi sudah dilakukan klarifikasi,” ujar Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Indro Purwoko.

Menurut Indro, pihaknya langsung meminta keterangan Kepala Lapas Sidoarjo begitu mendengar kabar tak sedap itu. Hasilnya, Kalapas Sidoarjo membenarkan jika ada staffnya terkena razia di Hotel Sirkuit Kenpark.

Atas perintah Indro, pihak Lapas Sidoarjo langsung membentuk tim klarifikasi untuk memeriksa kebenaran dugaan jika Edi selama ini merupakan pemakai sabu. “Namun Edi murni ditangkap dalam razia, jadi bukannya masuk target Kepolisian untuk ditangkap dalam kasus Narkoba,” tegas Indro.

Tim yang dipimpin langsung Kalapas Sidoarjo nantinya akan memberikan laporan hasil klarifikasinya dalam kurun paling cepat selama sepekan. Kendati sudah mengetahui kebenaran kabar pegawainya yang kedapatan nyabu, Indro memastikan tak akan berkoordinasi dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Pasalnya, penanganan yang dilakukan antara Kemenkumham dan Polres, jelas berbeda. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 53/2010 tentang disiplin PNS, maka pihak internal bisa melakukan pemeriksaan sendiri, untuk membuktikan tindakan yang dilakukan pegawai nakal.

Jika terbukti mengkonsumsi sabu-sabu, Edi dipastikan akan menerima sanksi sebagaimana telah diatur dalam peraturan indisipliner. Meski demikian, Indro belum dapat memastikan kategori pelanggaran yang dilakukan oleh Edi Mulyono. “Sesuai bukti, baru bisa ditindaklanjuti. Yang pasti Kalapas juga akan dimintai keterangannya,” tegasnya.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia, Edi Mulyono diamankan petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama 21 pasangan mesum lainnya saat sedang asyik memadu kasih di hotel esek-esek yang banyak bertebaran di Kenpark.

Setelah ditemukan sebungkus plastik sisa sabu dalam kamarnya, pasangan mesum ini kemudian menjalani pemeriksaan tes urine. Hasilnya diketahui jika keduanya positif mengonsumsi narkotika golongan I jenis sabu.@ian