LENSAINDONESIA.COM: Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Jawa Timur, menggagalkan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) solar ilegal yang tidak dilengkapi dengan dokumen.

Selain mengamankan 10 ton BBM, petugas juga mengamankan perahu dan seorang tersangka yakni Ilyas alias Lilak (51) warga Jl Mandar Jaya RT 001/01 Kelurahan Pegerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Madura. Tiga anak buahnya, masing-masing EY, AN, dan MY juga digelandang polisi.

Barang bukti yang diamankan Polair Polda Jatim adalah satu unit perahu tanpa nama, 10 ton BBM ilegal jenis solar, 12 buah profil tank berukuran @ 1 ton dan lima  drum berukuran @ 200 liter.

Kasubid PID Bid Humas Polda Jatim AKBP Aziza Hani mengatakan, penangkapan berawal dari petugas Ditpolair  Polda Jatim yang melakukan patroli sekitar pukul 22.00 WIB dan melihat sebuah kapal nelayan tanpa nama di perairan Sapeken, Sumenep Madura.

“Karena pemilik kapal tidak bisa menunjukkan surat kepemilikan secara sah terhadap BBM jenis solar yang diangkut, maka petugas mengamankan kapal motor beserta Nahkoda dan anak buah kapal di kantor Direktorat Kepolisian Perairan Polda Jawa Timur untuk dilakukan pemeriksaan,” terang Hani didampingi Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jatim AKBP Nyoman Budiarja.

Dalam pemeriksaan diketahui jika para pelaku sudah beberapa kali beraksi dengan modus menunggu kapal besar pengangkut BBM melintas di perairan Sapeken, Madura. Sambil menunggu, mereka berpura-pura mencari ikan. Begitu yang ditunggu datang, mereka menjual BBM itu ke nahkoda kapal. @rofik