Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Kasus pungli Prona, Polres Kota Batu panggil 16 warga 

LENSAINDONESIA.COM: Sat Reskrim Polres Kota Batu memanggil 16 warga Desa Banturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang untuk dimintai ketarangan sebagai saksi kasus pungutan liar (pungli) Program Nasional Agraria (Prona) atau sertipikasi tanah gratis.

Kasat Reskrim Polres Kota Batu, AKP Adi Sunarto mengatakan, pemanggilan 16 saksi tersebut untuk melengkapi data pihak penyidik.

Dalam kasus ini, Kepala Desa Banturejo, Kusnanto telah ditetapkan sebagai tersangka karena telah menarik biaya tidak resmi kepada 325 warga peserta Prona.

“Kami sudah mengirimkan surat pada mereka untuk datang di Mapolsek Ngantang, jam 11.00 WIB,” terang AKP Adi Sunarto, Minggu (6/7/2014).

Kata dia, tujuan penyidik memanggil 16 orang tersebut juga bisa mengetahui berapa total uang yang ditarik secara ilegal dari 325 warga itu. Sebab, tiap warga terindikasi tidak sama. “Ada yang ditarik Rp 600 ribu tapi ada juga yang ngaku dipungli Rp 650 ribu,” katanya.

Sesuai dengan data di kepolisian 16 orang saksi yang dipanggil tersebut diantaranya Sampurah, Suwardi, Ponaji yang meupakan warga dari Dusun Sromo. Lalu. Achmad Fauzi, Kamari, Wariadi, Misti, Dariono, Suko Martono, Jumar, Septa Choirul Anwar, Anita Agustina , Juma’in yang semuanya dari Dusun Banu. Selain itu, Sri Bawon dari Dusun Ngramban.

“Sebelumnya kami telah memanggil 13 orang sebagai saksi.” kata AKP Adi Sunarto.

Menyikapi soal pengusutan tersebut, Kades Banturejo, Kusnanto saat dikonfirmasi tidak membantah soal adanya tarikan uang itu. “Memang kami melakukan penarikan sejumlah uang untuk proses sertifikat tersebut. Itu tidak semua. Ada warga yang tidak kami tarik, terutama yang tidak mampu. Saya tidak menikmati satu rupiah pun. Semua biaya ada pada panitia A dan Panitia B,” bantahnya.

Baca Juga:  KPK kembali datangi Pengadilan Negeri Surabaya

Selain itu, kata dia, penarikan uang itu atas kesepakatan warga. “Jika kami disalahkan maka apa yang salah. Karena itu, kalau ingin jelas akan saya pertemukan dengan panitia A dan panitia B sebagai panitia pemungutan tersebut,” jelas Kades.@wito_aji_dr