Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Ajukan PK, Handoko klaim tanah 1100 M milik Pertamina 

LENSAINDONESIA.COM: Handoko Soelayman, pemohon sebidang tanah seluas 1100 meter persegi di Jl Marmoyo No 2 Surabaya yang telah diklaim PT Pertamina, mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan 6 tahun penjara Mahkamah Agung.

Dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (8/7), Handoko Soelayman bersama tim kuasa hukumnya membacakan memori peninjauan kembalinya, disebutkan bahwa tanah ini 2 kali dimohonkan sertifikatnya oleh PT Pertamina pada tahun 80`an dan 90`an yang berarti PT Pertamina pun belum memiliki hak atas tanah tersebut. Sementara, pada tahun 2007 Handoko mendapatkan sertifikat hak guna bangunan. Hal ini setelah melalui proses administrasi di Kantor Pertanahan Kota Surabaya.

“Namun pada tahun 2010 dengan dasar adanya laporan dugaan tindak pidana korupsi sehubungan dengan penerbitan sertifikat tersebut kepada Kejari Surabaya, dimulailah pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait. Khudlori menjadi yang pertama ditahan,” kata Kuasa Hukum terpidana Andreas Nahot, membacakan materi.

Bersama memori PK, tim kuasa hukum terpidana juga mengajukan novum atau bukti baru berupa putusan Mahkamah Agung Perdata tahun 2013. Dalam putusan disebutkan, bahwa tanah terkait adalah sah milik terpidana. Hal ini berarti, tidak ada yang dirugikan apalagi negara, dalam hal ini Pertamina. “Saya sangat berharap kepada penegak hukum agar dapat melihat suatu kasus tidak hanya dari satu sisi saja. Semoga majelis hakim dapat mempertimbangkan pengajuan PK terpidana,” tutup Andreas.

Seperti diketahui, selain Handoko dalam kasus ini juga menyeret Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya HM Khudlori, Kasubsi Penetapan Hak Kantor Pertanahan Kota Surabaya Widoyo dan pemohon atas tanah Handoko Soelayman. Ketiganya, menjadi pesakitan di LP Porong setelah pada 2011 dan 2014 lalu divonis 6 tahun penjara oleh Mahkamah Agung.@ian

Baca Juga:  FKPPI tantang Cawali wujudkan air layak minum untuk masyarakat Surabaya