LENSAINDONESIA.COM: Rohmad (24) warga Jl Kenjeran dijebloskan sel tahanan Polrestabes Surabaya setelah dilaporkan warga Jl Dukuh Setro membawa lari dan mencabuli ABG 14 tahun.

Peristiwa bermula ketika Melati (14) nama samaran ABG yang jadi korban pencabulan itu dimarahi kedua orang tuanya karena sesuatu hal. ABG ini lantas pergi dari rumah dan menuju sebuah kolam pancing. Di tempat itu dia bertemu Rohmad yang memang bekerja sebagai pengawas dan baru dikenalnya selama tiga hari.

Rohmad menyebut Melati tak mau diajak pulang sehingga dia lalu membawa ABG ini ke rumah temannya di kawasan Mulyorejo. Namun saat kondisi rumah sepi, mendadak Rohmad punya pikiran mesum ingin melakukan tindak pencabulan terhadap Melati.

Tak peduli bulan puasa, Rohmad terus menyerang Melati dengan berbagai rayuan termasuk berjanji akan menikahinya jika terjadi sesuatu. Setelah lama merayu akhirnya hal yang tak patut itu akhirnya terjadi. “Saya rayu dia sampai mau karena saya cinta banget dan akan menikahinya. Kondisi rumah yang sepi mendadak membuat saya bernafsu sehingga puasa terpaksa saya batalkan,” ujar pemuda bertato ini

Usai melampiaskan nafsunya dan merenggut kesucian Melati, pelaku langsung mengantarkannya pulang. Namun kepulangan ABG ini membuat orang tuanya terus menerus mencecar pertanyaan karena sempat menghilang.

Setelah dua hari terus menerus diselidiki orang tuanya, Melati akhirnya mengaku bahwa keperawanannya telah direnggut oleh Rohmad, penjaga kolam pancing di kawasan Kenjeran.

Keluarga korban yang tak terima lantas melaporkannya ke unit PPA Polrestabes Surabaya. Polisi dengan mudah menciduk tersangka saat sedang ngopi di sebuah warung tak jauh dari tempatnya bekerja.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Suratmi mengatakan, dari hasil pemeriksaan tersangka kasus pencabulan ini mengaku janjian bertemu dengan korban di kawasan Kenjeran. Kemudian korban dibawa ke rumah teman tersangka, ditempat tersebut keduanya melakukan perbuatan layaknya suami istri.

“Karena suasana rumah sepi, tersangka merayu korban untuk bersedia melakukan hubungan badan. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya melakukan pencabulan, tersangka kami jerat dengan pasal 81 ayat 2 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” paparnya panjang lebar.@rofik