LENSAINDONESIA.COM: Calon Wakil Presiden (Cawapres) Jusuf Kalla menyatakan bila ada sekelompok massa memakai baju kotak-kotak melakukan kegiatan bersifat provokasi, mereka bukanlah pendukung Jokowi-JK.

Sebab, dirinya telah melarang pendukung Jokowi- JK untuk mengenakan baju kemeja kotak-kotak atau atribut lainnya. Hal ini dilakukan agar mengatisipasi kericuhan saat pengumuman hasil Pilpres 2014 oleh KPU.

JK mengatakan, larangan bagi pendukungnya untuk tidak berpakaian khas Jokowi tersebut sebagai tindak lanjut imbaun KPU yang meminta agar tidak ada pengerahan massa saat pengumuman hasil Pilpres berlangsung.

“Kita minta relawan untuk tidak mengenakan kemeja kotak-kotak, karena takut ada pihak tertentu yang membuat provokasi keadaan. Kalau ada yang pakai baju kotak-kotak, itu bukan orang kita,” tegas JK di kediamannya, Jl Brawijaya Kebayoran Baru No 6, Jakarta Selatan, Senin (21/07/2014).

Menanggapi adannya pihak yang memborong baju kotak-kotak pasca kampanye, JK menilai tidak tahu apa maksud tujuan pihak yang memborong kemeja kotak-kotak itu. Padahal kampanye telah lewat.

JK juga menegaskan bahwa pihaknya sudah menghimbau pendukung Jokowi-JK untuk menerima apapun keputusan dari KPU.@aguslensa