LENSAINDONESIA.COM: Pembahasan rekapitulasi Pilpres untuk Provini Sumatera Utara di KPU Jakarta, Senin malam (21/7/14), sedianya Jokowi-JK unggul 663.321 suara. Tapi, berjalan alot karena ada masalah rekapituasi di Nias Selatan.

Karena interupsi berlarut-larut dari para saksi, akhirnya Ketua KPU RI Husni Kamil Manik terpaksa menghentikan pembahasan dan menunda besok, Selasa (22/7/14) khusus Sumut.

“Supaya tidak menghambat rekapitulasi provinsi lain, saya minta KPU dan Bawaslu Provinsi Sumatera Utara menyiapkan semua permasalahan untuk dibahas besok,” kata Husni tegas di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol Jakarta.

Rekapitulasi Sumut ini merupakan provinsi ke 24 yang dibahas KPU. Sebelumnya, KPU melanjutkan pleno usai salat Terawih, setelah me-skors jelang buka puasa.

Persoalan Sumut muncul karena terungkap perolehan Kabupaten Nias Selatan tidak melaksanakan rekomendasi Panwaslu kabupaten untuk pengitungan ulang.

“Karena empat orang petugas KPU baru. Mereka menggantikan empat orang yang diberhentikan delapan hari menjelang Pilpres,” kata komisioner Sumut, Benget Silitonga.

Disebutkan perolehan Sumut, jumlah pemilih Prabowo-Hatta meraih 2.831.514 suara, Jokowi- JK memperoleh 3.494.835 suara. Dan Jokowi-JK unggul dengan selisih 663.321 suara. Karena dipending sehingga belum disahkan.

Sebelumnya, provinsi ke 23 Kalimantan Timur dan Utara  tidak ada keberatan dari para saksi. Perolehan Prabowo-Hatta meraih 687.734 suara, Jokowi-JK meraih 1.190.156 suara. Unggul Jokowi-JK dengan selisih 502.422 suara.

Sementara itu, rekapitulasi ke 25 Provinsi Papu Barat, perolehan Prabowo-Hatta meraih 172.528 suara, Jokowi-JK 360.379 suara, unggul Jokowi-JK selisih 187.851 suara.

Selanjutnya, Provinsi Banten perolehan Prabowo-Hatta 3.192.671, Jokowi-JK 2.398.631. Untuk Prabowo-Hatta unggul 794.040 suara.

Rekapitulasi masih diwarnai berbagai interupsi dari kedua saksi terkait dilanjutkan atau dihentikan, karena waktu sudah larut Selasa dini hari (22/1/14). Pukul 24.30 WIB. @yuanto/licom