LENSAINDONESIA.COM: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meyakini penetapan 1 Syawal 1435 Hijriah akan jatuh pada Senin (28/7/2014) mendatang. Itu artinya Lebaran tahun ini bisa dirayakan dalam waktu bersamaan.

Menurut Sholeh Hayat, Koordinator Tim Rukyatul Hilal PWNU Jawa Timur, berdasarkan perhitungan menunjukkan hilal mencapai ketinggian 3,5 derajat. Artinya, dengan posisi seperti itu maka bulan akan tampak dan dapat dilihat. “Hisab tersebut merujuk pada tujuh kitab salaf,” ujarnya Rabu (23/7/2014).

Dia menjelaskan, dalam kitab salaf Sulamun Nasyirin ijtimak terjadi pada pukul 16.45 WIB dengan ketinggian hilal 6,42 derajat. Sementara kitab Fatkurrouf Fil Mannan yang memprediksi ijtimak terjadi pada pukul 16.27 WIB dengan ketinggian hilal 6,27 Derajat. Selanjutnya kitab Irsyadul Murid memprediksi terjadi ijtimak pada pukul 17.33 WIB dengan ketinggian hilal 2,35 derajat.

Sedangkan untuk kitab kuno metode modern yang digunakan NU yakni Metode Epymiris juga tercatat terjadinya ijtimak pada pukul 17.44 WIB dengan ketinggian hilal 3,30 Derajat. “Hasil hisab menunjukkan posisi hilal diatas 2 derajat artinya kemungkinan besar bisa dirukyah,” urai pria yang juga anggota DPRD Jatim ini.

Karenanya, untuk memastikan penetapan 1 Syawal itu NU akan menggelar Rukyatul Hilal di sejumlah tempat di Jawa Timur pada hari Minggu (27/7/2014) mendatang. Tercatat ada 12 lokasi yang digunakan untuk Rukyatul Hilal, yakni Pantai Ambet Pamekasan, Gebang Bangkalan, Nambangan Surabaya, Bukit Condro Gresik, Tanjung kodok Lamongan dan Pantai Serang Blitar.

Kemudian tempat lain yakni di Pantai Ngliyep Malang Selatan, Gili Ketapang Probolinggo, Nyamplong Jember, Kalbut Pasir Putih, Srau Pacitan dan Tanjung Awar-awar Tuban.@sarifa