LENSAINDONESIA.COM: Franklin Alnando (19), warga Jl Dukuh Setro IV/1A, Kamis (7/8/2014) divonis lima tahun penjara oleh majelis Hakim PN Surabaya, lantaran berbuat cabul terhadap anak dibawah umur.

Ketua Majelis Hakim Tugianto menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan cabul sebagaimana dalam dakwaan kesatu yakni pasal 81 ayat 1 UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 64 ayat 1 KUHP. “Menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara denda Rp 60 juta rupiah subsidair dua bulan penjara” ujar Hakim Tugianto dalam amar putusannya.

Menanggapi vonis hakim ini, terdakwa kasus pencabulan ini mengaku masih pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau menerima putusan hakim. “Kami beri waktu satu minggu untuk pikir-pikir,” tambah hakim.

Vonis ini terbilang lebih ringan dari tuntutan Jaksa Nining Dwi Aryani yang menuntut pidana penjara selama delapan tahun.

Untuk diketahui, pencabulan terdakwa dilakukan pada Agustus 2013, di Perumahan Regency 21 blok A-17 Jl Arif Rahman Hakim Sukolilo Surabaya. Dalam dakwaan disebut, terdakwa dengan sengaja melakukan ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengan terdakwa.

Awalnya, terdakwa berkenalan dengan saksi korban Vany pada Juli 2013. Perkenalan melalui BBM tersebut berlanjut sampai pada tahap pacaran.

Hingga suatu hari, terdakwa berkunjung ke rumah Vany di Perumahan Puri Surya Jaya A no 11/I Gedangan Sidoarjo. Dalam kunjungan tersebut, terdakwa mengajak korban jalan-jalan dan bertemu Kevin di food festival Pakuwon City. Setelah mendapat kunci rumah Kevin, terdakwa bersama korban pergi ke rumah Kevin di Perum Regency 21 Sukolilo Surabaya. “Begitu di rumah Kevin, rumah dalam keadaan sepi dan terdakwa langsung masuk ke kamar,” ujar Nining.

Saat di dalam kamar itulah, terdakwa memaksa korban melakukan hubungan suami istri dengan mengancam akan menceritakan ke teman-teman korban apabila menolak. Tak hanya sampai disitu, hubungan suami isteri tersebut berlanjut sampai 10 kali.@ian