LENSAINDONESIA.COM: Lima hari pasca putusan gugatan perselisihan Pilpres 2014 oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (21/8/2014) status keamanan di Jawa Timur yang sebelumnya siaga satu, kini diturunkan menjadi siaga dua.

Hal ini disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono, usai memimpin apel konsolidasi pasca keputusan gugatan Pilpres 2014 oleh MK, di Mapolda Jatim, Selasa (26/8/2014). “Alhamdulillah pada saat ini status keamanan di Jatim yang tadinya siaga satu, kini diturunkan menjadi siaga dua,” terangnya.

Kapolda juga menambahkan, situasi kondusif ini berkat dukungan dan kerjasama antara TNI/ Polri. Saat dilakukan pengumuman oleh MK terkait sengketa Pilpres 2014, Polda Jatim menurunkan 1/3 kekuatan personel yakni 14.120 orang dan didukung Kodam V Brawijaya yang menurunkan dua batalyon dari Raider, yakni 500 dan 516. “Satu batalyon bergabung dengan personel Polda Jatim, dan satu Batalyon on call. Serta anggota yang di BKO di Polda Metro Jaya sebanyak 210 personel Brimob,” tambahnya.

Mantan Kakor Brimob ini juga menjelaskan, situasi kondusif itu berkat upaya TNI/Polri yang melakukan patroli gabungan dengan skala besar. Patroli tersebut merupakan koordinasi seluruh Kapolres dan Komandan Distrik Militer (Dandim), yang difokuskan 10 zona di Jawa Timur. “Patroli dengan skala besar, juga dilakukan untuk memberikan dan menciptakan situasi keamanan Jatim tetap kondusif. Dan upaya tersebut berhasil,”ungkap Kapolda Jatim.

Sementara untuk pelantikan presiden dan wakil presiden, yamg rencananya akan dilakukan pada 20 Oktober nanti. Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono mengatakan, Polda Jatim akan melakukan pola pengamanan dengan menurunkan 2/3 kekuatan, yakni 28 ribu. Ditambah dengan dukungan dari Kodam V Brawijaya. Pasukan ini akan melakukan pengamanan di seluruh wilayah Jawa Timur. “Kami tidak mau under estimate, tetap melakukan pengamanan di 10 zona, termasuk Madura dan Tapal Kuda,”pungkasnya.@rofik