Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Belasan sapi mati tunggu antrian bongkar muat Pelabuhan Kalimas 

LENSAINDONESIA.COM: Gagal mendapatkan surat ijin bongkar muat, Kapal Layar Motor (KLM) Nusantara Indah yang mengangkut ratusan sapi harus rela belasan hewan potong muatannya mati satu persatu di atas kapal yang mengantri untuk sandar dan bongkar muat di Pelabuhan Kalimas, Kamis (18/9/2014) siang.

Informasinya, sebanyak 250 ekor sapi asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berangkat dari Pelabuhan Bima pada Minggu (14/9/2014) tiba di Pelabuhan Kalimas pada Selasa (16/9/2014) malam dengan diangkut KLM Nusantara Indah.

Setelah melalui proses birokrasi yang cukup alot, baik Otoritas Pelabuhan, Kesyahbandaran, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Fery-Ujung dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, hewan-hewan yang sedianya sebagian akan dibawa ke Jabodetabek untuk persiapan Idul Adha itu, baru berhasil dievakuasi, Kamis (18/9/2014) pada pukul 14.00 WIB. sayangnya 13 sapi sudah mati karena terlalu lama berdesakan dalam kapal dengan kondisi cuaca yang sangat panas.

Aziz Ismail pemilik sapi, mengaku merugi lebih dari Rp 100 juta akibat kejadian ini. Padahal surat pemberitahuan masuk ke Pelabuhan Kalimas untuk melakukan bongkar muat sudah diserahkan pada Rabu (17/9) sore. Namun karena dirasa terlalu sore, maka PT Sepakat Adiwisera selaku pemilik KLM Nusantara Indah, baru berhasil mendapatkan izin dari Otoritas Pelabuhan untuk melakukan bongkar muat. “Kami sudah merugi lebih dari 100 juta dan kerugian akan semakin besar jika sapi-sapi tidak segera dievakuasi,” katanya.

Ia merinci, ongkos angkut hewan potong dari Pelabuhan Bima ke Surabaya mencapai Rp 112.500.000. Belum termasuk ongkos pengiriman ke wilayah Jabodetabek. “Ongkos angkut ke Surabaya Rp450 ribu/ ekor. Itu belum penyaluran ke Jakarta dan sekitarnya,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi Tertib Syahbandar Suratno mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, kondisi air laut yang surut kemarin menyulitkan proses bongkar muat. Sehingga mau tidak mau menunggu air pasang hingga Sabtu (20/9) mendatang. Kondisi makin parah akibat banyaknya kapal-kapal besi yang parkir semrawut akibat air surut. “Posisi sekarang di 1,8 meter. Sabtu bisa mencapai 2,2 meter,” kata Suratno.

Baca Juga:  Bawa 4 kg sabu ke Surabaya, sepasang kekasih dibekuk

Sementara Kabid Lalu Lintas Angkutan Laut Otoritas Pelabuhan, Deny R. Boimau saat dikonfirmasi, mengaku pihaknya mengizinkan bongkar muat kapal yang berisi ratusan sapi asal Bima NTB yang terjebak di Pelabuhan Rakyat (Pelra)
Kalimas, namun harus sesuai prosedur. “Saya sudah memberikan izin untuk bongkar muat. Tapi harus sesuai dengan prosedur yang ada, tidak diizinkan bongkar muat dengan sistem gantung. Sapi-sapi ini harus dilewatkan jembatan,” kata Deny. @angga_perkasa