Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
HEADLINE DEMOKRASI

PN Surabaya tuding pernyataan Komisi Yudisial menyesatkan 

LENSAINDONESIA.COM: Pernyataan Asisten Koordinator Komisi Yudisial (KY) Penghubung Jatim, Ubed Bagus Razali dan Ragil Kusnaningrini, yang mengungkapkan PN Surabaya mendominasi peringkat tertinggi penilaian hakim nakal sepanjang tahun 2014 mendapatkan reaksi keras dari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Humas PN Surabaya, Ainor Rofik, membantah pernyataan Komisi Yudisial itu. Mantan Ketua PN Bangkalan ini menganggap, pernyataan dua orang Komisi Yudisial Penghubung Jatim ini dapat menimbulkan persepsi buruk bagi dunia peradilan. “Efek komentar KY dapat menimbulkan citra nggak baik di mata masyarakat. Mereka akan menilai semua hakim di PN Surabaya nakal,” ungkapnya kepada Lensa Indonesia, Kamis (18/9/2014).

Ainor Rofik mengaku, selama bertugas di PN Surabaya, belum pernah menjumpai kriteria hakim nakal yang dimaksud Komisi Yudisial Penghubung Jatim. Terlebih ketika dianggap melanggar berita acara .”Kategori yang dimaksud KY tidak pernah saya temui di PN Surabaya,” ujarnya membela diri.

Namun Ainor Rofik tak melarang Komisi Yudisial memberi penilaian untuk hakim di PN Surabaya. “Sah sah saja, karena itu kewenangan kelembagaannya, tapi jangan sampai memberikan keterangan yang menyesatkan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, sepanjang tahun 2014, terhitung mulai Januari-September, jumlah laporan hakim nakal di Jatim yang masuk ke kantong Komisi Yudisial (KY) meningkat drastis dibanding tahun 2013.

Berdasarkan data yang dimiliki Komisi Yudisial, pada 2014 total ada 39 laporan hakim Jatim ‘nakal’. Dari total itu, 26 hakim berdasar laporan masyarakat. Laporan tersebut menyangkut perilaku hakim (PH) dan pelanggaran hukum acara (PHA). “Tahun 2013 ada empat hakim yang dilaporkan ke kami. Sedangkan sepanjang 2014, total ada 26 laporan dari masyarakat terkait pelanggaran PH dan PHA,” jelas Ubed Bagus Razali, Asisten Koordinator Komisi Yudisial (KY) Jatim di PN Surabaya.

Baca Juga:  Pengunjung Diskotek Triple X bentrok, 1 tewas, 3 kritis

Selain dari laporan masyarakat, Komisi Yudisial Jatim juga menemukan 13 hakim nakal di Jatim yang telah dilaporkan ke KY Pusat.”Yang 13 ini hasil dari laporan inisiatif Komisi Yudisial Jatim,” ungkapnya.

Sementara Asisten Koordinator KY Jatim lainnya, Ragil Kusnaningrini mengungkapkan dari 39 laporan, hakim PN Surabaya mendominasi pelanggaran paling banyak. “Kalau PN Surabaya jumlah pelanggarannya 75 persen dari pengaduan,” bebernya. @ian