LENSAINDONESIA.COM : Konica Minolta selaku perusahaan peralatan printing, khususnya digital printing berupaya memberikan stimulus dengan meluncurkan produk terbaru bertitel “bizhub press C1070/C1060”.

Produk terbaru ini merupakan penyempurnaan dari mesin production printing sebelumnya, yakni “bizhub press C6000/C7000”. Ketika mengusung teknologi terbaru kali ini, mesin tersebut mampu mencetak di berbagai macam media dengan kualitas mendekati cetakan offset.

Tak hanya itu, mesin tersebut juga ramah lingkungan. Teknologi “simitri HDE toner” yang diusung produk terbaru ini dibuat dengan memakai bahan daur ulang dari komputer bekas dan botol PET. Hal ini sesuai dengan target Konica Minolta di tahun 2050 untuk menjadi industri yang fokus menjaga lingkungan hidup, mencegah pemanasan global dan meningkatkan penggunaan daur ulang dan menjaga keragaman hayati.

“Dengan peluncuran produk terbaru ini, kami berharap bisa mempertahankan pasar yang telah kami bangun. Karena sejauh ini kami sudah menjadi market leader di bisnis penyedia mesin production printing di Indonesia dengan market share sebesar 70%,” Rudy Soenardi, Direktur PT Gading Adyasejati selaku Distributor Konica Minolta Indonesia saat peluncuran “bizhub press C1070/C1060” di Hotel JW Marriot Surabaya, Kamis (25/9/2014).

Tak serta merta menjadi leader di pasar digital offset, inovasi dan penyempurnaan produk harus terus dilakukan sebab teknologi terus berkembang dna tidak stagnan. “Jika ingin bertahan atau bahkan memperluas pasar dalam bisnis ini yang harus kami lakukan adalah inovasi. Karena bisnis ini sangat tergantung dengan perkembangan teknologi,” tambah Rudy.

Untuk produk anyar ini, pihaknya menargetkan terjual sekitar 10 unit. Namun melihat antusiasme pasar, Rudy yakin produk tersebut bakal terjual lebih dari 10 unit di Jatim. Cukup logis target tersebut bakal tercapai, sebab bisnis ini bakal menanjak. Sebab industri printing sedang booming dan kebutuhan berbagai peralatan cetak akan semakin meningkat.

Rudy menambahkan, jika di Jatim khususnya, biasanya yang memerlukan cetak warna hanya kalangan bisnis dan pelajar atau mahasiswa. Sementara masyarakat umum belum mengarah ke sana, berbeda dengan negara luar, justru hampir seluruh masyaraka menggunakan cetak warna.

Di waktu yang sama,  Deputy Director PT perdana Jatiputra, Susanto Kolim, Distributor Konica Minolta di Jawa Timur mengungkapkan bahwa pasar Jatim masih sangat terbuka. Bahkan, pertumbuhan penjualan produk Konica Minolta mencapai sebesar 20% hingga 30%. Sementara market share Konica Minolta di Jatim mencapai 70%.

Ia berpendapat bawha industri printing di Indonesia masih bisa berkembang, bisa jadi dalam kurun waktu 10 tahun kedepan. Faktanya, saat ini penetrasi pasar sangat rendah. Jika dibanding di luar negeri, di antaranya Amerika dan negara-negara di Eropa, dan kenyataannya kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap cetak warna masih sangat rendah.

Co editor : Andika Eldon