Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Bumi terbelah di Ponorogo mulai longsor, warga belum mengungsi 

LENSAINDONESIA.COM: Tanah (bumi) yang terbelah sepanjang 250 meter dengan lebar 1 meter di Dusun Kleco, Desa/Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mulai mengalami longsor di sejumlah bagian.

Longsoran tanah di Bukit Tumpak Watu tersebut terjadi sejak Rabu (24/09/2014) jelang tengah malam.

Miseni (30) Warga desa setempat mengungkapkan, guguran material yang cukup besar diikuti gemuruh terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

Longsoran ini terjadi di bagian barat bukit sehingga saat ini pada bagian ini tampak lebih landai.  Sementara pada Kamis (25/09/2014) dinihari juga terjadi dua kali guguran dengan material yang cukup banyak. Dua longsoran ini terjadi di bagian selatan dan barat daya.  Material longsor tersebut juga menutup lobang retakan yang sebelumnya terlihat mengangah.

“Setelah yang pertama kami jadi tambah gelisah. Tapi kami sekeluarga belum akan mengungsi karena belum parah,” ujar Miseni yang rumahnya berada di bukit sebelah barat Bukit Tumpak Watu dan berbatasan langsung dengan rekahan.

Miseni dan warga yang berada di lereng sebelah Tumpak Watu tambah miris dengan banyaknya warga yang menaiki bukit untuk melihat keadaan bukit yang terbelah tersebut.

Bahkan, lanjut Miseni, banyak orang yang diamatinya justru berfoto-foto di bagian bukit yang rekahnya mengangah tersebut.

“Wong kami yang orang sini saja tidak berani naik ke bukit takut longsor, eh lha orang dari luar desa, bahkan dari Bandung, Surabaya datang ke sini seperti rekreasi saja,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, sempat ada sekelompok siswa SD yang diajak mengamati kondisi hingga ke daerah yang rawan terkena bahaya longsor.

“Pak gurunya itu ngawur. Kemarin langsung dimarahi polisi yang menjaga bumi bengkah (bumi terbelah) sini,” katanya.

Baca Juga:  Resmob Polrestabes Surabaya kirim begal sadis bertemu Sang Pencipta

Akibat banyak warga yang penasaran dan kadang nekat naik ke bukit, sejak hari ini aparat keamanan dan perangkat desa membuat tanda bahaya di lokasi tersebut. Ini untuk mencegah warga naik ke bukit.

Bahkan, bila malam hari, sejumlah personel polisi dan TNI turut berjaga. “Kami turut mengantisipasi setiap kondisi. Terutama agar semua selamat,” ujar Babinsa setempat Serma Sumadi.

Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono membenarkan terjadinya tiga kali guguran besar di Tumpak Watu.

“Sudah kami tinjau namun belum mengakibatkan kerusakan atau menimpa pemukiman warga. Meski begitu, hal ini adalah tanda bahwa kondisi semakin kritis,” ujarnya.

Statusnya dari kondisi tumpak Watu masih waspada. Meski begitu, Budi menyatakan hingga saat ini belum perlu dilakukan evakuasi warga di daerah terdampak. “Tetap harus antisipatif. Siap-siap begitu lah,” ujarnya.@arso