LENSAINDONESIA.COM: Kinerja DPRD Provinsi Jawa Timur dipastikan segera dimulai. Kepastian ini karena para pimpinan DPRD periode 2014-2019 telah disahkan dan dilantik dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jatim, Kamis (02/10/2014) sore.

Kelima pimpinan yang dilantik yakni Abdul Halim Iskandar dari Fraksi PKB sebagai ketua, Kusnadi dari Fraksi PDIP sebagai wakil ketua, Tjutjuk Sunario dari Fraksi Partai Gerindra sebagai wakil ketua, Achmad Iskandar dari Fraksi Partai Demokrat sebagai wakil ketua dan Soenarjo dari Fraksi Partai Golkar sebagai wakil ketua.

Pelantikan dilakukan dengan mengambil sumpah dan janji para pimpinan yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jatim, Soekarwo beserta pejabat Pemprov Jatim, juga Forpimda Jatim.

“Kami mohon dukungan doa agar kami berlima bisa memimpin DPRD Provinsi Jawa Timur secara kolektif, diberi keberkahan serta khusnul khotimah. Mudah-mudahan juga dalam momen yang bagus ini kami bisa mengawali kerjasama yang baik dengan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur,” ujar Ketua DPRD Jatim, Halim Iskandar usai pelantikan di Gedung DPRD Jatim tadi.

Dia menjelaskan, setelah pelantikan ini pihaknya akan segera bekerja untuk membentuk alat kelengkapan dewan, mulai dari pembentukan dan penetapan komisi, Badan Kehormatan, Badan Legislasi, Badan Anggaran dan Badan Musyawarah DPRD Jatim. Targetnya semua alat kelengkapan dewan akan bisa terbentuk dalam waktu seminggu kedepan.

“Setelah terbentuk ini kami akan komunikasi dengan Pansus Tatib untuk menyelesaikan alat kelengkapan dewan, kemudian kita akan segera running APBD 2015. Kemarin sudah kita awali dengan paparan gubernur soal RPJMD 2014-2019, KUA PPAS 2015. Prinsip secara normatif sudah dan tinggal menunggu nota gubernur,” urainya.

Sementara, Gubernur Soekarwo mengaku yakin penetapan APBD Jatim 2015 tidak akan molor dan sesuai dengan waktu yang ditetapkan yakni 10 November mendatang. “Ini semua prosesnya sudah dimulai dan diproses, dalam waktu dekat saya akan menyerahkan nota. Moga-moga tanggal 10 nanti bisa kita serahkan supaya ga molor. Yang penting politik itu kompromi dan rekonsiliasi,” imbuh gubernur.

Diketahui, penetapan susunan pimpinan definitif DPRD Jatim ini telah ditentukan lewat Rapat Paripurna Anggota DPRD Jawa Timur, Sabtu (20/09/2014). Setelah ditetapkan, sekretariat DPRD Jatim mengirimkan surat kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar diturunkan Surat Keputusan (SK).

SK soal penetapan piminan ini baru turun dan diterima oleh DPRD Jatim pada Rabu (01/10/2014) kemarin. Karenanya pelantikan terkesan mendadak dan langsung dilakukan pada keesokannya, yakni Kamis (02/10/2014).@sarifa