LENSAINDONESIA.COM: Dengan menggunakan kursi roda, nenek Alifah secara seksama mendengar amar putusan yang dibacakan majelis hakim yang diketuai Rifan Danu SH, Rabu (8/10/2014). Nenek lumpuh terdakwa pembongkaran papan di lahan milik orang lain ini akhirnya divonis hukuman percobaan tiga bulan oleh Majelis Hakim PN Surabaya.

Dalam putusannya, Rifan mengatakan terdakwa Alifah bersalah melakukan pembongkaran papan nama yang tertancap di lahan kepunyaan pelapor Pujiono SH. “Terdakwa telah melanggar pasal 170 ayat(1) KUHP namun karena terdakwa menderita sakit yang mengakibatkan kelumpuhan maka majelis hakim memutus terdakwa tiga bulan dengan masa percobaan tujuh bulan,” ujar Rifan.

Atas putusan itu jaksa penuntut Umum (JPU) Dedy Oktaviano langsung mengatakan banding. Sebab, sebelumnya jaksa Oja Miasta selaku jaksa yang menangani perkara ini menuntut nenek lumpuh itu tujuh bulan penjara.

Usai sidang, Kuasa Hukum terdakwa Kusnul SH mengatakan, perkara ini terjadi tahun 2010 dimana nenek lumpuh, Alifah mendapat kabar bahwa tanah yang diakui miliknya diberi papan nama oleh pelapor Pujiono. “Mendengar kabar itu terdakwa langsung datang ke lokasi bersama anaknya Nuruddin. Dan yang melakuan pembongkaran papan saat itu Nuruddin bukan Alifah, Nuruddin sendiri sudah dihukum tiga bulan oleh majelis hakim,” ungkap Kusnul.@ian