LENSAINDONESIA.COM: Pernyataan Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao yang menginginkan negaranya kembali bergabung dengan Indonesia, diapresiasi sejumlah pihak. Namun, keinginan tersebut akan mustahil diwujudkan jika tak ada niatan serius dari negara maupun rakyat Timor Leste.

Pakar Tata Negara Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Hadi Subhan menyebutkan, keinginan kembali bergabungnya negara dibawah kepemimpinan Presiden Timor Leste, Taur Matan Ruak ini, diduga setelah menyadari bahwa hasil alam negaranya sangat rendah jika dibandingkan dengan Indonesia.

“Hasil alam mereka (Timor Leste) rendah, secara ekonomi minus, sumber daya nggak ada dan hanya mengandalkan topangan dari negara lain. Kemungkinan juga Australia juga menyesal ‘ngopeni’ Timor Timur. Nah, kalau Timor Timur mau kembali menjadi bagian dari Indonesia, saya rasa tidak masalah. Meski ada tanggungan beban negara lagi untuk wilayah baru,” paparnya saat dikonfirmasi Lensa Indonesia, Rabu (8/10/2014).

Terlepas dari serius tidaknya pernyataan Xanana Gusmao itu, ia berharap pemerintah Indonesia tak sendirian dalam menyambut bergabungnya negara Timor Leste. “Harus ada referendum rakyat jilid II keseluruhan dari sana. Kedua, Indonesia harus melibatkan pihak United Nation dari PBB. Jika benar itu terjadi, ini kasusnya unik. Awal menginginkan pisah dan berhasil membangun negara sendiri, sekarang malah ingin balik lagi,” katanya.

Menurutnya, pernyataan Xanana Gusmao bisa saja dianggap serius ataupun basi-basi secara bahasa diplomasi internasional. Namun hal itu sudah membuat efek yang baik bagi hubungan kedua negara, yakni Indonesia dan Timor Leste. “Intinya harus ada keterlibatan banyak pihak. Selain PBB, dalam hal ini juga perlu melibatkan Presiden, MPR dan DPR RI karena itu sebagai representatif kedaulatan. Hal lain yang perlu bahwa persoalan yang dulu tidak perlu diungkit, harus ada komitmen dari kedua belah pihak untuk tidak menuntut,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam kunjungan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao di Pelabuhan Ujung, Koarmatim Surabaya untuk menghadiri undangan Pemerintah Indonesia dalam rangka HUT TNI ke-69 pada Selasa kemarin, pihaknya mengapresiasi kemajuan pesat Alutsista yang dimiliki TNI selama kepemimpinan Presiden SBY.

Xanana Gusmao juga menyatakan, Timor Leste ingin bergabung kembali dengan pemerintah Indonesia, setelah berpisah dari NKRI selama 15 tahun lewat referendum. “Timor Leste harus bergabung dengan Indonesia, kami butuh pemimpin baru,” tegas Xanana Gusmao.@sarifa