LENSAINDONESIA.COM: Petugas Satpol PP dibantu kepolisian dan TNI melakukan penertiban puluhan bangunan liar berupa warung semi permanen di kawasan pantai batu-batu, Kenjeran, Surabaya, Jumat (17/10/2014).

Kepala Satpol PP Surabaya Irfan Widyanto, penertiban tersebut dilakukan untuk menata para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan itu.

“Kami mempersilakan para pedagang menempati tempat yang telah kami sediakan yakni di Sentra Ikan Bulak,” katanya.

Menurut dia, pihaknya sudah lama memberikan peringatan kepada para pedagang untuk tidak membuat warung di lokasi tersebut karena selain mengurangi keindahan pemandangan ke laut, juga menjadikan kawasan tersebut rawan untuk dipakai tempat maksiat.

“Setelah kita robohkan dan tertibkan bangunannya, selanjutnya tempat ini kami pagari serta ditanami tanaman cemara laut,” katanya.

Diakui Irfan, bahwa penertiban tersebut sebagai salah satu upaya untuk membuat ramai Sentra Ikan Bulak karena sejak dibangun. Sentra Ikan Bulak belum sesuai dengan ekspetasi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menginginkan agar Sentra Ikan Bulak ramai serta menjadi salah satu ikon Surabaya.

Selain itu, Irfan akan terus melakukan pemantauan serta pengawasan di kawasan Kenjeran Pantai Batu-Batu agar para pedagang tidak kembali lagi berjualan dan mendirikan tempat jualan di kawasan tersebut.

“Kami akan terus mensosialisasikan kepada warga setempat untuk tidak berjualan atau berdagang di tempat yang bukan pada tempatnya,” katanya.

Sementara itu, Pemkot Surabaya terus mematangkan proyek Jembatan Kenjeran. Saat ini, Detail Engineering Design (DED) sudah rampung dan tinggal menggelar lelang.

Untuk anggaran, pemkot sudah mengalokasikan dana sebesar Rp160 miliar. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, Jembatan Kenjeran ini merupakan proyek multiyears. Tahun ini dianggarkan sekitar Rp80 miliar dan tahun depan juga Rp80 miliar. Diharapkan proyek ini bisa rampung tahun depan.

“Sejauh ini, tidak ada penolakan dari warga setempat soal proyek ini. Hal ini dikarenakan proyek tidak menggunakana lahan warga, tapi diatas laut. Rencana kami, jembatan ini tidak hanya sekedar jembatan, tapi juga ikon wisata Surabaya,” katanya.@iwan christiono