LENSAINDONESIA.COM: Kasus penangkapan dan penahanan yang dilakukan Dit Polairud Polda Jatim terhadap Mulyadi, pejabat penerbit surat keterangan sahnya kayu bulat (P2SKSKB) Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara, terkait hasil ungkap kelebihan muatan 13 batang kayu olahan muatan KM Mitra Kendari Koi 05, dipermasalahkan kuasa hukum, tersangka, Guntual SH.

Sebagai kuasa hukum Mulyadi, pengacara ini sangat menyayangkan sikap Dit Polairud Polda Jatim, dengan berpendapat bahwa kliennya adalah pejabat yang hanya berhak mengeluarkan surat keterangan sahnya kayu bulat (SKSKB) dan bila terjadi kelebihan muatan, itu sudah di luar tanggung jawabnya.

“Klien kami ini sebagai pejabat pembuat surat keterangan sahnya hasil kayu bulat. Namun yang dipermasalahkan oleh petugas adalah kelebihan muatan sebanyak 13 batang yang diamankan di Pelabuhan Tanjung Perak. Itu sudah di luar tanggung jawabnya,” terang Guntual.

Pengacara ini menambahkan, kayu olahan itu dibeli bukan dari hutan pemerintah, melainkan dari Hutan Hak atau hutan Rakyat, yang dapat dikuasai setelah membayar pajak sesuai peraturan Menteri Kehutanan No P.30/MENHUT-II/2012 tentang Penatausahaan Hasil Hutan yang Berasal dari Hutan Hak,” tambahnya.

Dirinya juga sangat heran dengan penahanan yang terbilang buru-buru dan sangat dipaksakan ini, sebab saat dicek Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejati Jatim ternyata belum ada.” Saya sudah cek ke Kejati, bahwa SPDPnya belum turun, tapi sudah ditetapkan jadi tersangka, ini sangat mengherankan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Dit Polairud Polda Jatim, pertengahan Oktober lalu melakukan pemeriksaan terhadap KM Mitra Kendari Koi 05. Polisi mencurigai kontainer TRRU 9343604 yang berisi kayu olahan. Setelah dilakukan pengecekan fisik secara detail, ditemukan kelebihan kayu olahan 13 batang dari dokumen yang ada

Kasubdit Gakkum Polairud Polda Jatim, AKBP Nyoman Budiarja, mengatakan pengungkapan kasus kayu olahan ini bermula saat pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap kontainer yang berisi kayu. Dari penelusuran tersebut ditemukan fisik kayu olahan jenis campuran sebanyak 13 batang.

Setelah dikembangkan, Dit Polairud Polda Jatim menahan Polisi Kehutanan (Polhut) yang juga sebagai pejabat penerbit surat keterangan sahnya kayu bulat (P2SKSKB) Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara, Mulyadi, beserta dua orang penjual dan pembelinya. “Kami bukan hanya mempermasalahkan kecilnya nilai. Namun bila hal sekecil ini dibiarkan, akan berpeluang terjadi hal yang lebih besar. SPDP kasus ini sendiri sudah dikirim ke Kejati Jatim,” terang AKBP Nyoman. @rofik