LENSAINDONESIA.COM : Telkom Indonesia kembali menunjukkan mendukung ekosistem digital di Perguruan Tinggi melalui program Indonesia Digital Campus (IndiCampus) yang diedukasikan oleh Telkom Divre V Jatim kepada sekitar 80 Perguruan Tinggi berasal dari area kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Acara tersebut digelar di ruang Brawijaya I & II Hotel Novotel Surabaya, Senin (10/11).

Dalam Gathering IndiCampus tersebut, 14 Perguruan Tinggi dari ketiga kota tersebut melakukan penandatanganan MOU dengan Telkom, yang diwakili oleh masing-masing Rektornya dengan Account Manager Telkom, disaksikan General Manager Witel Sidoarjo, M Nasrun Ihsan.

” Pemanfaatan IndiCampus ini oleh 172 Perguruan Tinggi se-Jawa Timur adalah hal yang menggembirakan. Keberadaan kampus sangat penting bagi Center of Excellence”, ujar Nasrun.

Ia menambahkan, program IndiCampus bertujuan membantu terpenuhinya prasyarat World Class Campus, di mana salah satu indikatornya adalah mampu menyediakan akses broadband minimal 5 kbps/mahasiswa. Surabaya, lanjutnya, merupakan kota terakhir roadshow program IndiCampus di Jawa Timur, usai sebelumnya dimulai dari kota Kediri di Juni 2014 lalu, menyusul Gresik, Malang, dan terakhir Surabaya.

Menurut lansiran riset Online CollegeUSA, aksesibilitas internet di Indonesia cenderung rendah dibanding Amerika Serikat. Aksesibilitas internet di perguruan tinggi negeri paman Sam tersebut antara 100 Mbps hingga 500 Mbps. Sementara di Indonesia, aksesibilitasnya rata-rata 30 Mbps.

“Inilah alasan Telkom memperkenalkan IndiCampus” tambahnya. Terkait program IndiCampus, Nasrun menjelaskan, bahwa aksesibilitas menjadi sangat penting, sebab jika kualitasnya kurang baik, berikut volumenya kurang, maka banyak konten tak bisa dideliver dengan baik, dan bakal berpengaruh bagi ekosistem kampus untuk menikmati konten dan sistem layanan kampus yang lebih komprehensif.

Program IndiCampus memungkinkan kampus-kampus berlangganan akses internet premium dari Telkom secara kolektif dengan metode “Bandwidth Connection Sharing,” yakni pembelian bandwidth secara “bulk” yang kemudian dibagi ke anggota Hub Kampus. Dengan demikian kampus-kampus peserta Hub Kampus (dedicated campus) bisa mengakses internet broadband premium dengan tarif hemat. Selain itu, Telkom juga mendapatkan efisiensi penarikan jaringan internet, sebab dilakukan dalam sekali investasi. Nasrun menargetkan di tahun 2015 nanti,  semua kampus di Jawa Timur sudah terintegerasi.

IndiCampus mendeliver tiga konsep, connectivity, content, dan community. Untuk connectivity, berupa penyediaan akses internet, voice dan datacomm berkualitas prima dengan fiber optik. Untuk content dan application (digitalization) akan dideliver Sistem Informasi Akademik, distance learning, Bostoko, e-Registration, Virtual Data Storage dan Q Jurnal. Sedangkan Community, dengan memanfaatkan Digital-Innovation Lounge, e-payment, Tesca, dan Closed User Group Telkomsel.@Eld

Co editor : Andika eldon