Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

2018, Indonesia target penambahan daya listrik capai 45.000 MW 

LENSAINDONESIA.COM: PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) anak perusahaan PT PLN terus berusaha meningkatkan ketahanan energi listrik dalam negeri. Meski total daya listrik yang dimiliki Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara-negara maju lainnya, PT PJB berkomitmen ikut berkontribusi meningkatkan target produksi listrik.

Di tahun 2018 mendatang, Indonesia diharapkan mampu menambah total daya terpasang di seluruh Indonesia mencapai 45.000 MW. “Tahun 2018 nanti se-Indonesia total daya terpasang ditarget 45.000 MW. Meskipun besaran daya itu jauh lebih kecil dibanding beberapa negara lain seperti China yang mencapai 1 juta MW, Amerika 890.000 MW, India 280.000 MW dan Jepang 720.000 MW,” ungkap General Manager PT PJB Unit Pembangkit (UP) Gresik, Sugianto, Senin (10/11/2014).

Sementara untuk PT PJB sendiri, menarget penambahan daya tahun 2018 sebesar 3.268 MW dari posisi saat ini sebesar 6.900 MW menjadi 11.000 MW. Dalam mendukung suplai daya listrik itu, PT PJB UP Gresik akan meningkatkan kapasitas produksi listrik sebesar 750 Mega Watt (MW), dari posisi saat ini mencapai 2.218,98 MW menjadi 2.968,98 MW.

Untuk bisa mencapai target itu, PT PJB UP Gresik telah mengoperasikan tiga jenis pembangkit, yaitu PLTG unit I dan II, PLTU unit I, II, III, IV dan PLTGU Blok I, II dan III dengan total daya terpasang sebesar 2.218,98 MW. Hal lainnya yang menunjang, yakni dengan merencanakan pembangunan PTLGU Blok IV di lokasi yang sama dengan luas lahan 3 hektar.

“Sudah kami tenderkan. Rencananya nanti tahun 2018 sudah bisa beroperasi. Tetapi ini kembali lagi pada keputusan dari pusat karena untuk pasokan gas juga masih menunggu,” katanya.

Sedangkan untuk total kebutuhan gas diseluruh pembangkit milik UP Gresik yang mencapai 320 juta metrik ton kaki kubik (mmscfd), seluruhnya dipenuhi dari empat pemasok utama, yaitu Santos, Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), HESS dan Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd. “Bisa juga yang untuk kebutuhan 750 MW tersebut juga dipasok dari pemasok yang sudah ada,” tambahnya.

Baca Juga:  Gelar Gerakan Pemulihan DAS, KLHK dan CCCD tanam 3.000 pohon di Malang

Selain mengejar realisasi pembangunan PLTGU Blok IV, saat ini UP Gresik juga tengah merampungkan pembangunan CNG Plant berkapasitas 20 mmscfd di lokasi yang sama.

Ditambahkan Sugianto, CNG Plant itu nantinya digunakan untuk menampung gas yang tidak terpakai untuk dikompres dan dikirim ke Lombok serta Bawean.@sarifa