Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
HEADLINE DEMOKRASI

Sering mokong, Komisi Yudisial pantau sidang Bos SPBU Kalianak 

LENSAINDONESIA.COM: Diduga berawal dari sikap terdakwa yang kerap ‘mokong’ atau mangkir dalam persidangan, akhirnya Dizar Alfarizi dqn Ali Sakyudin, dua anggota Komisi Yudisial (KY) Penghubung Jatim ‘turun gunung’ memantau sidang perkara pidana penyerobotan tanah di Jl Kalianak 152 Surabaya dengan terdakwa Bos SPBU Kalianak, Soetijono warga Jl Dharmahusada Surabaya.

Dijelaskan Dizar, kedatangannya tersebut disebabkan adanya informasi dari masyarakat yang melaporkan jika majelis hakim yang diketuai M Yapi kurang tegas mengambil sikap terhadap terdakwa Bos SPBU Kalianak yang kerap mangkir dan melecehkan persidangan telah.

“Ada pelapor yang mengadu, dalam laporannya, selama ini diduga terdakwa melecehkan persidangan, makanya kami lakukan pemantauan sebagai dasar konfirmasi laporan tersebut, menghindari penyimpangan berita acara persidangan,” terang Dizar saat di konfirmasi di PN Surabaya, Kamis (20/11/2014).

Dizar berharap dengan adanya pemantauan ini, persidangan majelis hakim yang diketuai M Yapi bisa berjalan netral. “Bagian dari upaya konfirmasi, agar persidangannya dapat berjalan lebih fair dan adil,” terangnya.

Saat ditanya, dugaan pelanggaran proses persidangan ini, anggota Komisi Yudisial Penghubung Jatim ini enggan menjawabnya secara detail. “Kami yang akan menilai dan maaf hasilnya tidak bisa kami beritahukan,”pungkasnya.

Sementara setelah didesak siapa nama pelapor ke Komisi Yudisial, Dizar mengaku, saksi pelaporlah yang mengadukan ke pihaknya.”Tentunya pelapor yang merasa dirugikan,” jelasnya.

Kedatangan dua anggota Komisi Yudisial Penghubung Jatim ini merupakan buntut dari molornya proses persidangan dikarenakan terdakwa Bos SPBU Kalianak, Soetijono, sering mangkir dari persidangan. Namun sikap tidak kooperatif dari terdakwa Sotijono tidak mendapatkan sikap tegas dari majelis hakim yang diketuai M Yapi yang tidak menjebloskan terdakwa Soetijono ke penjara.

Perkara ini berawal dari pembangunan pagar di lokasi SPBU Kalianak milik anak terdakwa yakni Suwandi Ongko yang masuk ke pekarangan milik Kurniawan,saksi pelapor.

Baca Juga:  Menantu Soekarwo dukung Renville Antonio pimpin Demokrat Jatim

Pembangunan pagar tersebut, awalnya pernah ada perdamaian, terdakwa berjanji akan membongkarnya, tapi janji itu tak dipenuhi, hingga Kurniawan melaporkannya ke polisi dan berujung hingga ke persidangan.@ian