Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Apartemen One East Residence Sky Jacuzzi bakal naik harga lagi 

LENSAINDONESIA.COM: PT MNC Land Tbk sangat meyakini bahwa apartemen One East Residence di Surabaya yang mengusung konsep Sky Jacuzzi yang didirikan 33 lantai ini bakal banjir peminat.

Budhi Gozali, Direktur One East Residence menjelaskan, sejak dilounching di awal Oktober 2014 lalu, apartemen ini direspon cukup baik oleh masyarakat. Dan rata-rata peminat tersebut tak sekedar dari Surabaya saja, melainkan darikota lain seperti Malang, Jakarta, Makassar dan lainnya.

“Jumlah 21 unit apartemen Sky Jacuzzi yang kami tawarkan, di antaranya sudah ada yang terjual. Sebab itu, kami sangat yakin Sky Jacuzzi bakal habis terjual dalam waktu singkat, dan bisa jadi bakal mendongkrak penjualan One East Residence,” ungkao Budhi di acara “Privilege Moment Launching Sky Jacuzzi” di Marketing Gallery One East Residence, Surabaya, Sabtu (29/11).

Sementara itu, Alex Wardhana, Chief Executive Officer PT Investasi Hasil Sejahtera (IHS) –anak usaha MNC Land sebagai pengembang One East mengungkapkan, untuk unit apartemen tersebut sudah terjual lebih dari 40% dari total unit yang berjumlah 287 unit. Tak hanya apartemen strata tittle, One East yang memiliki bangunan setinggi 33 lantai dengan jumlah 144 unit untuk service apartemen, pusat belanja, dining resto and cafe dan sky pool with rooftop bar.

“Kami targetkan pembangunan One East Residence bakal tuntas di kuartal ketiga 2016, dan penjualan akan mencapai sekitar 70% di kuartal dua 2016 nanti,” tukas Alex dengan senyum lebarnya.

Apartemen dengan konsep Sky Jacuzzi yang dibangun di atas lahan 5.042 m2 dilepas dengan harga Rp 2,4 miliar atau dikonversikan dengan jumlah Rp 27 juta per meter persegi untuk per unit untuk tipe studio mengingat harga tersebut menglami kenaikan ketika awal dipasarkan. Seiring dengan naiknya harga BBM (Bahan Bakar Minyak), maka pihak pengembang bakal menyesuaikan harga mengikuti kenaikan harga bahan bangunan tentunya.@eld

Baca Juga:  Rhenald Kasali : "CEO harus paham, disrupsi lebih mudah diatasi ketimbang resesi!"

Co editor ; Andika eldon