LENSAINDONESIA.COM: Pemprov Jawa Timur akan menggelar operasi pasar serentak di 38 kabupaten/kota. Hal ini dilakukan untuk menekan harga kebutuhan bahan pokok menyusul kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 18 November lalu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Warno Harisasono, mengatakan operasi pasar akan dibagi menjadi dua tahap, tahap awal akan dimulai pada 12 Desember hingga 22 Desember mendatang. “Ada empat bahan pokok yang masuk dalam operasi pasar yakni, beras premium, minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu. Ini harganya murah karena kami subsidi ongkos angkutannya,” ujarnya kepada Lensa Indonesia kemarin.

Kadisperindag Jatim ini menjamin harga dalam operasi pasar yang dilakukan Disperindag Jatim ini akan lebih murah dibandingkan operasi pasar yang dilakukan Bulog Jatim. Sebab Pemprov Jatim membantu ongkos biaya angkut dari D3 (pabrik) ke D1 (konsumen).

Nantinya, operasi pasar akan menyasar dua tempat di setiap daerah. Khusus untuk Kota Surabaya akan menyasar empat tempat. “Dengan harga yang murah tersebut, silahkan masyarakat nanti memanfaatkan keberadaan operasi pasar Natal dan Tahun Baru ini,” tegas Kadisperindag Jatim ini.

Sementara untuk biaya bantuan ongkos angkut dalam operasi pasar, Disperindag Jatim pada tahun 2014 ini menyediakan anggaran sebesar Rp 7 miliar. Dari jumlah itu sudah terpakai sekitar Rp 2 miliar untuk operasi pasar menjelang Lebaran beberapa waktu lalu. “Untuk yang operasi pasar sekarang kami sediakan Rp 3,5 miliar. Tapi budget itu juga bisa nambah lagi kalau memang dirasa kurang,” imbuh Warno Harisasono.

Sekedar diketahui, operasi pasar jelang Natal dan Tahun Baru ini dilaksanakan mulai 12-22 Desember. Tahap berikutnya akan dilakukan pada bulan Januari 2015.@sarifa