Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
DKI

Pengamat politik: Ahok-Djarot punya tugas berat selesaikan problem DKI 

LENSAINDONESIA.COM: Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan DKI Jakarta menyimpan banyak problem dan menjadi titik urbanisasi.

“Karena 70 persen lapangan pekerjaan ada di Jakarta, belum lagi putaran duit juga banyak di Jakarta,” katanya saat dihubungi Lensa Indonesia di Jakarta, Selasa (9/12/2014)

Di sisi lain, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, ekspektasi publik terhadap Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat cukup tinggi, agar bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut. “Ahok harus bisa dan segera mungkin mendamaikan antara ekspektasi yang terlalu tinggi dengan realita ataupun fakta di lapangan,” jelasnya.

Pengamat politik yang akrab dipanggil Ipang ini optimis, Ahok-Djarot mampu membahagiakan masyarakat DKI Jakarta dengan menjadikan ibu kota negara ini nyaman dan tenang. Misalnya, melalui lapangan pekerjaan dan kota dengan fasilitas tranportasi publiknya nyaman. “Banyak taman kota, sehingga masyarakat kota bisa berolahraga. Kota yang relatif drainasenya bagus, sehingga mengurangi ketinggian banjir,” paparnya.

Namun, mantan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) itu mengingatkan, bila tantangan dan pekerjaan membenahi Jakarta bukan perkara mudah, lantaran membutuhkan energi dan kosentrasi tingkat tinggi. “Preman banyak berkeliaran, belum lagi kaki lima yang menjamur sehingga kota jadi semrawut dan sampah di mana-mana. Saya mendukung Ahok menertibkan pedagang yang nggak tertib dan berdagang di tempat yang tak dibolehkan,” imbuh Pangi Syarwi Chaniago.

Akademisi asal Sumatera Barat ini mengapresiasi niat Djarot yang ingin blusukan, setelah resmi menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Diketahui, intensitas kegiatan terjun ke lapangan mulai merendah, semenjak Joko Widodo (Jokowi) resmi menjadi presiden. “Ya boleh aja, blusukan bukan milik Jokowi. Saya kira, semua wali kota dan bupati juga sering blusukan, namun tak disorot media. Blusukan untuk melihat problem yang terjadi di lapangan,” pungkasnya. @fatah_sidik