LENSAINDONESIA.COM: Sepanjang tahun 2014 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim menerima 111 laporan kasus korupsi di wilayah Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 89 kasus diantaranya telah diselesaikan.

AKBP Anom Wibowo Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim mengatakan, dari jumlah laporan kasus korupsi di Polda Jatim, pihaknya telah melampaui target dalam penyelesaian kasus yang ada. “Dari 111 kasus, 89 diantaranya telah diselesaikan. Padahal target awalnya yang diselesaikan 43 perkara. Jadi ada peningkatan realisasi sekitar 206 persen,” tegas AKBP Anom Wibowo bangga kepada wartawan, Rabu (10/12/2014).

Mantan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak dan Kapolres Madiun ini menambahkan, sebanyak 111 kasus yang ditangani Ditreskrimsus Polda Jatim, terdiri dari Laporan Polisi (LP) tahun 2014 sebanyak 62 kasus, dan LP tahun 2013 lalu sebanyak 49 kasus. Dari penyelesaian kasus korupsi yang berhasil diselesaikan, uang negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 4 miliar lebih. “Target awal penyelesaian perkara tahun 2014 sebanyak 84 perkara. Namun target penyelesaian setelah adanya revisi anggaran menjadi sebanyak 43 perkara,” ujarnya.

AKBP Anom Wibodo menambahkan, tahun 2013 lalu target penyelesaian 84 perkara. Namun Ditreskrimsus Polda Jatim mampu menyelesaikan 95 perkara, atau peningkatan 113 persen. “Selama 2014 ini kasus yang menonjol dan masih ditangani Polda Jatim antara lain Bawaslu dan studi kelayakan pengadaan proyek multiyears jembatan Brawijaya, Kota Kediri,” kata dia. @rofik