Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Kasi perijinan Setkab Bangkalan hanya divonis satu tahun penjara 

LENSAINDONESIA.COM: Setelah dua minggu ditunda, sidang putusan perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) suap perijinan dengan terdakwa Leo Handoko Manajer PT Sumber Alfarian Trijaya ( Alfamart) Area Surabaya Sidoarjo, Madura dan Zaiful Imron Mustofa (Kasi Perijinan Bidang Ekonomi Setkab Bangkalan), akhirnya digelar dengan agenda putusan di Pengadilan Tipikor, Senin (15/12/2014).

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor itu, Manajer Alfamart Leo Handoko dan Kasi Perijinan Setkab Bangkalan, Zaiful Imron Mustofa disidang secara bergiliran.

Untuk terdakwa Zaiful Imron Mustofa yang didakwa sebagai penerima suap, Ketua Majelis Hakim Tahsin menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan memenuhi pasal 5 Ayat 1 huruf A UU NO 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, subsidar memenuhi Pasal 11 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara dikurangi masa tahanan,” ujar Majelis Hakim Tahsin.

Menanggapi putusan hakim ini, Jaksa menyatakan pikir-pikir untuk melakukan banding atas vonis hakim. Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa Zaiful Imron Mustofa dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara.

Seperti diketahui, Manajer Alfamart Leo Handoko dan Kasi Perijinan Pemkab Bangkalan, Zaiful Imron Mustofa, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Kejati Jatim pada 11 Agustus 2014 lalu. Mereka ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya rencana suap menyuap terkait perijinan Alfamart di Bangkalan.

Dari informasi tersebut, terdakwa Leo Handoko dikabarkan telah membawa dana Rp 200 juta guna memuluskan ijin pendirian dan dibukanya gerai Alfamart baru di Bangkalan.

Waktu ditangkap, Leo Handoko kedapatan membawa uang Rp 92,5 juta dengan rincian Rp 75 juta dimobil Toyota Innova miliknya. Rp 10 juta dilaci kerja dan Rp 7,5 Juta disaku celana Zaiful Imron Mustofa. @ian

Baca Juga:  IPI kumpulkan pakar bahas wacana KPU "keukeuh" larang Koruptor ikut Pilkada serentak 2020