Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Manajer Alfamart cuma divonis 10 bulan dalam OTT suap perijinan 

LENSAINDONESIA.COM: Terdakwa perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus suap perijinan, Manajer PT Sumber Alfarian Trijaya (Alfamart) Area Surabaya Sidoarjo, Madura, Leo Handoko kepada Zaiful Imron Mustofa (Kasi Perijinan Bidang Ekonomi Setkab Bangkalan) cuma divonis 10 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak pidana korupsi (Tipikor), Senin (15/12/2014).

Dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Tahsin di Pengadilan Tipikor, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar tindak pidana korupsi. “Mengadili, menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara dikurangi masa tahanan dan denda Rp 50 juta subsider 5 bulan penjara jika tidak dibayar,” ujar Majelis Hakim Tahsin.

Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut terdakwa 15 bulan penjara. Menanggapi putusan hakim ini, jaksa menyatakan pikir-pikir untuk melakukan banding atas vonis hakim.

Terdakwa Leo Handoko dijerat pasal pasal 5 Ayat 1 huruf A UU no 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, subsider memenuhi Pasal 13 Undang-Undang no 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 pemberantasan tindak pidana korupsi.

Terdakwa Leo Handoko sudah menjalani proses hukuman tiga bulan penjara lebih, dengan begitu dalam kurun waktu tak sampai 5 bulan ke depan, Manajer Afamart ini bakal kembali menghirup kebebasannya.

Atas vonis terhadap Manajer Alfamar ini, terdakwa Leo Handoko dan Jaksa dari Kejari Bangkalan masih menyatakan pikir-pikir, menerima atau melakukan upaya hukum.

Seperti diketahui, Manajer Alfamart Leo Handoko dan Kasi Perijinan Pemkab Bangkalan, Zaiful Imron Mustofa, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Kejati Jatim pada 11 Agustus 2014 lalu. Mereka ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya rencana suap menyuap terkait perijinan Alfamart di Bangkalan.

Baca Juga:  Kejuaraan Sepakbola Usia Dini Bina Sentra FC di Sidoarjo diikuti 24 tim SSB ternama

Dari informasi tersebut, terdakwa Leo Handoko dikabarkan telah membawa dana Rp 200 juta guna memuluskan ijin pendirian dan dibukanya gerai Alfamart baru di Bangkalan.

Waktu ditangkap, Leo Handoko kedapatan membawa uang Rp 92,5 juta dengan rincian Rp 75 juta dimobil Toyota Innova miliknya. Rp 10 juta dilaci kerja dan Rp 7,5 Juta disaku celana Zaiful Imron Mustofa. @ian