LENSAINDONESIA.COM: Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, membekuk Zulkifli Ridho Bahaweres (33) warga Jl Praban wetan IV, yang merupakan aktivis Lingkar Ganja Nusantara (LGN) di rumahnya.

Penangkapan tersangka yang berusaha melegalkan ganja melalui organisasinya ini merupakan hasil pengembangan dari Sat Sabhara POlres Pelabuhan Tanjung Perak yang melakukan penjagaan di terminal penumpang Gapura Surya Tanjung Perak. Ketika itu anggota polisi yang berjaga menemukan paket mencurigakan yang akan dibawa ke Ambon saat melewati X-ray.

Paket yang dibawa Rafli Pesiwaressa itu langsung diperiksa dan ternyata berisi airsoft gun dan ganja seberat 15 gram. Namun yang bersangkutan mengaku tak tahu isi paket tersebut.

Setelah petugas melakukan interograsi, diketahui barang itu milik aktivis Lingkar Ganja Nasional, Zulkifli, yang menitipkan paketan untuk dikirim ke Ambon melalui kapal Dempo. Dari keterangan itu, anggota Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak langsung mengambil alih kasus temuan ganja ini.

Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Lily Djafar menjelaskan tersangka membeli ganja secara online. “Saat ini, kami masih terus melakukan pengembangan kasus guna memburu penyuplai ganja. Pembelian ganja secara online ini merupakan modus baru dalam transaksi Narkoba,” terangnya.

Sementara aktivis Lingkar Ganja Nusantara yang ternyata mengidap HIV/AIDS ini malah dengan santainya mengaku jika mengkonsumsi ganja tidak terlalu membahayakan. Bahkan lebih banyak fungsi medis untuk dapat mengobati berbagai penyakit. “Mengkonsumsi ganja ini sebenarnya lebih banyak manfaatnya. Bahkan saya akan berusaha untuk melegalkan ganja agar pemakai tidak dimasukkan dalam kategori kriminal,” ungkapnya.

“Selama ini belum pernah ada orang yang mati over dosis karena mengkonsumsi ganja. Bahkan kalau rutin mengonsumsinya, ganja dapat menyembuhkan berbagai penyakit,” tambah lelaki berkepala plontos ini. @rofik