Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
HEADLINE JATIM RAYA

Kepala BPBD Sampang Wisnu Hartono cabuli ABG 15 tahun 

LENSAINDONESIA.COM: Sejoli pasangan kumpul kebo, Hadi alias Ega (29) warga Barisan Sampang dan Via (22) asal Lamongan yang berprofesi sebagai mucikari, `sukses` membuat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Wisnu Hartono meringkuk di sel tahanan PPA Polrestabes Surabaya dalam kasus traficking anak dibawah umur.

Kepala BPBD Sampang, Wisnu Hartono, ditangkap petugas PPA Polrestabes Surabaya dalam kasus trafficking dengan tuduhan telah melakukan persetubuhan dengan anak dibawah umur LR (15) warga Jl Kaliasin X.

Informasi yang dhimpun Lensa Indonesia, dalam tiga bulan terakhir, LR kabur dari rumah dan selama masa pelariannya itu, korban tinggal di rumah pasangan kumpul kebo Hadi dan Via di kawasan Dolly.

Pasangan kumpul kebo ini kemudian mengenalkan korban kepada Nuri (29) asal Omben Sampang dan Syaiful (30) asal Barisan Sampang. Syaiful yang sudah kenal cukup dekat dengan Kepala BPBD Sampang ini lalu menawarkan korban untuk dikencani seharga Rp 1,5 juta. “Saya kenal cukup lama sama Wisnu Hartono dan memang selama ini kalau ada stok selalu saya tawarkan padanya,” terang Syaiful.

Sementara Nuri mengaku kalau dirinya tidak pernah menjual korban kepada kepala BPBD Sampang tersebut, dirinya berdalih bahwa diajak Wisnu Hartono bersama korban untuk dugem di sebuah diskotek di Jl Basuki Rachmad. “Saya diajak Wisnu Hartono dugem, lalu setelah itu keduannya (korban dan Wisnu) pergi, saya dikasih uang. Apa saya menjualnya?,” kilah ibu dua anak ini.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, terungkapnya kasus trafficking ini berawal dari laporan warga terhadap keluarga korban, yang sering melihat LR dugem bersama Kepala BPBD sampang. Kasus ini kemudian dilaporkan ke keluarga korban ke PPA Polrestabes Surabaya.

Baca Juga:  Jatim ditunjuk sebagai tuan rumah Liga Panahan Indonesia 2019

“Selama tiga bulan ini, korban tidak pernah pulang ke rumah. Selama waktu itu, korban ditampung di rumah tersangka dan sering diajak dugem lalu dijual kepada salah satu pejabat pemerintahan di sampang, Madura.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 2 jo pasal 17 UU RI no 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang atau pasal 88 UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 12 UU RI No 21 21 tahun 21 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman 15 tahun penjara.@rofik