LENSAINDONESIA.COM: Tempat hiburan Symphoni yang menyajikan pijat plus-plus dengan layanan cewek-cewek cantik bertarif Rp 600 ribu-Rp 1,5 juta yang ada di kompleks Ruko Jl Tunjungan, terang-terangan sudah beroperasional lagi setelah disegel Satpol PP Surabaya, Rabu (17/12/2014) lalu.

Pantauan Lensa Indonesia di pijat Symphoni milik Tris ini, puluhan cewek dipajang dalam sebuah ruangan penuh kaca dengan pakaian mini super seksi. Mereka berbusana serba merah dengan topoi Santa Claus untuk memperingati momen Natal, Kamis (25/12/2014) sekitar pukul 14.00 WIB.

Di dalam ruangan, sama sekali tak ada ekspresi ketakutan dari para pegawai pijat Symphoni bahwa tempat mereka akan didatangi Satpol PP Surabaya lalu disegel lagi seperti kejadian seminggu lalu. “Sudah diberesi sama pak bos,” cetus salah satu pegawai saat Lensa Indonesia pura-pura bertanya tentang aksi penyegelan beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal ini, politisi PDIP yang duduk di Komisi A DPRD Surabaya, Anugrah Ariadi, mengatakan bahwa Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto patut dipertanyakan kinerjanya karena terkesan tak serius dan malah berteman dengan tempat hiburan yang menyalahi aturan. “Saya sangat setuju kalo Irvan ini dicopot lalu dikotak. Banyak sekali tempat hiburan bermasalah di Surabaya yang bisa enak beroperasional meskipun ijinnya tak lengkap. Ada apa dengan Satpol PP Surabaya yang sekarang,” serunya heran, Jumat (26/12/2014)

Seperti diberitakan Lensa Indonesia, Satpol PP Surabaya kembali menutup rumah hiburan umum (RHU) tak berijin. Yang paling menonjol adalah penyegelan rumah pijat Symphoni di Jl Tunjungan pada Rabu (17/12/2014) malam.

Selama ini, tempat maksiat milik Tris tersebut dianggap sebagai wahana prostitusi karena menyediakan layanan plus-plus. Meskipun posisi tempat ini di kawasan jalan protokol tengah kota, namun tak pernuh tersentuh penertiban karena konon kabarnya Tris rajin setor upeti ke aparat.

Terkait hal ini, Kepala Seksi (Kasi) Operasional Satpol PP Surabaya Joko Wiyono membenarkan jika ketiga RHU itu dihentikan segala aktifitasnya dengan disegel karena tidak memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). “Symphoni, D’Star, dan Castello ditutup tadi malam. Sebelumnya kami juga menutup empat tempat lainya dengan alasan  yang sama. Kami segel karena tidak memiliki TDUP,” tegas Kasi Operasional Satpol PP Surabaya, Joko kepada Lensa Indonesia, beberapa waktu lalu. @andiono