Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Rumah mantan Sekda Kabupaten Lumajang dibobol maling 

LENSAINDONESIA.COM: Aksi pembobolan rumah terjadi di rumah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang Hendro Prapto Ariadi Jl Jemursari VI/18, Sabtu (27/12/2014) siang. Pelaku yang diduga berjumlah empat orang menggunakan mobil Daihatsu Xenia hitam dan berhasil menggondol uang tunai Rp 200 juta.

Menurut keterangan dari tetangga korban yang namanya tak mau disebutkan, saat itu rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal penghuninya ke luar kota. Sekitar pukul 10.30 WIB, mobil pelaku pembobolan rumah diketahui berada tepat di depan rumah. Mereka masuk dengan cara memotong gembok pagar menggunakan gunting.

“Tadi mobilnya itu di depan pagar. Salah satu pelaku pembobolan rumah menggunakan baju merah kotak-kotak berperawakan kecil pendek, turun dari pintu depan sebelah kiri. Sebelum masuk, pelaku sempat melihat kondisi sekitar, sementara yang menunggu dalam mobil orangnya gendut,” terangnya.

“Tadi waktu keluar dari rumah, kelihatan orang yang turun tadi membawa tas ransel dan tas jinjing. Tapi saya tidak tahu pasti apa yang mereka bawa. Kami sebenarnya sudah curiga, tapi tidak berani menegurnya,” tambah saksi ini

Sekitar pukul 11.30 WIB, pelaku pergi mengendarai mobilnya dalam kecepatan tinggi. Saksi yang juga tetangga korban ini baru sadar bahwa pelaku adalah maling, lalu berteriak memanggil security perumahan yang melintas. “Namun saat coba dihentikan oleh security, mobil itu malah tancap gas dan hendak menabrak,” tambahnya.

Kapolsek Wonocolo Kompol Naufil Hartono saat dikonfirmasi di tempat kejadian pembobolan rumah mengatakan, rumah sedang kosong ditinggal oleh penghuninya sejak Selasa (23/12/2014) ke Bandung. “Selama ditinggal, rumah ini dititipkan pada anaknya. Biasanya, ada pembantu pembantunya yang menyalakan dan mematikan lampu rumah,” paparnya.

Namun Kompol Naufil Hartono sangat menyayangkan lenyapnya uang Rp 200 juta milik korban. “Padahal di rumah itu ada brankas tanam. Kenapa uangnya tak dimasukkan dalam brankas sehingga bisa dibawa kabur para pelaku pembobolan rumah,” sesal Kapolsek Wonocolo.

Kompol Naufil Hartono menambahkan, pelaku sempat memukul dan menyekap pembantu (Ulfa) saat akan mematikan lampu rumah yamg masih menyala. “Setelah dipukul tengkuknya, pelaku sempat mengancam akan membunuh menggunakan celurit. Lalu dirinya dibius hingga tidak sadarkan diri dan diikat menggunakan kabel dan jas hujan,” pungkasnya. @rofik