LENSAINDONESIA.COM: Advokat Hairandha Suryadinata SH CN (54) warga Jl Sono Indah 6 Sukomanunggal Surabaya, harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya lantaran diduga melakukan penipuan terhadap kliennya, Drs EC Mulyanto Wijaya AK, warga Jl Darmo DPS X, dengan modus menjanjikan untuk menerbitkan surat SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) dengan biaya Rp 165 juta sebagai uang `pelicin`.

Di ruang sidang Sari 2 PN Surabaya, JPU Deddy Agus Oktavianto SH dari Kejari Surabaya dalam dakwaannya menyatakan, terdakwa Hariandha diduga telah melakukan penipuan terhadap korbannya.”Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP,”ujar JPU Deddy.

Dalam dakwaan JPU Deddy disebutkan, kejadian penipuan ini berawal pada 6 Februari 2013 ketika saksi korban, Drs EC Mulyanto Wijaya AK, bersama istri dan anaknya terbelit masalah perkelahian antar keluarga. Akibat dari pertengkaran itu, akhirnya muncul dua kejadian yang dimasukan dalam satu laporan di kepolisian.

Saat itu Hairandha yang merupakan pengacaranya mengatakan, bahwa seharusnya kasus tersebut tetap dipisah menjadi dua laporan dan yang satunya dianggap cacat hukum, sehingga bisa di SP3. Namun terdakwa advokat Hairandha, meminta uang untuk keperluan SP3 sebesar total Rp 165 juta. “Diantaranya, uang itu untuk Kapolres Rp 50 juta, Kasat Rp 25 juta, Wakasat Rp 10 juta, Propam Rp 10 juta, Kanit Resmob Rp 5 juta dan penyidik Rp 2 juta. Dan sebagian lagi katanya untuk Kasipidum,” jelas JPU Deddy.

Dan permintaan uang itupun akhirnya disetujui saksi korban, dengan pembayaran secara bertahap. Apalagi, advokat Hariandha meyakinkan saksi korban bahwa Kapolrestabes adalah teman terdakwa. Namun, betapa kagetnya saksi korban ketika anaknya tiba-tiba dijadikan tersangka oleh kepolisian. “Terdakwa juga meminta fee tambahan sebesar Rp 30 juta apabila kasus ini berhasil dihentikan penyidikan perkaranya,” jelas Deddy Agus Oktavianto SH.

Merasa ada yang janggal, saksi korban akhirnya mendatangi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto. Dia menanyakan langsung hal tersebut. Lagi-lagi saksi juga kaget, karena Kapolrestabes mengaku tidak pernah menerima sepeserpun uang dari terdakwa. Bahkan, Kapolrestabes juga menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal terdakwa Hairandha. Merasa dirugikan dalam kasus penipuan, akhirnya korban melaporkan terdakwa kepada pihak berwajib.@ian