LENSAINDONESIA.COM: Badan SAR Nasional (Basarnas) dalam waktu dekat bakal menghentikan operasional pencarian secara gabungan para korban dan serpihan Pesawat AirAsia QZ 8501, yang telah dinyatakan jatuh di sekitar perairan Selat Karimata.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo mengatakan, operasional gabungan yang melibatkan banyak kekuatan akan dihentikan. Pihaknya menilai, upaya itu justru tak efektif dan membuang banyak biaya.

“Yang kami butuhkan bukan banyak-banyakan armada, tapi alat atau sistem yang punya kemampuan di lokasi operasi. Saat ini area pencarian menjadi spesifik. Banyaknya kekuatan tidak menentukan keberhasilan operasi, tapi alat dan perencanaan yang dilakukan dengan tepat dan optimal itu yang dibutuhkan,” tegas FHB Soelistyo saat jumpa pers di Crisis Center Polda Jatim, Jl A Yani Surabaya, Selasa (13/1/2015).

Meski operasional gabungan dihentikan, pihaknya tetap menjamin akan terus dilakukan operasi pencarian para korban Pesawat AirAsia QZ 8501 secara harian. “Dalam operasi pencarian ini sudah diatur dalam Undang-Undang. Masa pencarian pokok yakni 7 hari dan perpanjangan sudah saya lakukan sampai hari ke 17 ini. Mestinya menurut UU itu harus ditutup. Tapi kami mempertimbangkan kondisi psikologi keluarga,” sambung FHB Soelistyo.

Sayangnya, FHB Soelistyo enggan menyebutkan kapan operasi harian akan dimulai. Hingga hari ini pihaknya menyatakan bahwa operasional gabungan masih terus dilakukan.

Sekedar diketahui, kehadiran Kepala Basarnas di Crisis Center AirAsia yang ada di Polda Jatim juga untuk bertemu langsung dengan para keluarga korban penumpang Pesawat AirAsia QZ 8501. “Saya kesini untuk memenuhi janji kepada keluarga korban untuk bertemu langsung dan menjelaskan progres pencarian langsung kepada keluarga. Intinya tim SAR masih akan meneruskan pencarian korban sebanyak-banyaknya,” pungkas FHB Soelistyo.

Dari total sebanyak 162 penumpang serta awak Pesawat AirAsia QZ 8501, Tim Basarnas baru berhasil mengevakuasi sebanyak 48 jenazah korban penumpang. Sementara korban yang belum ditemukan menyisakan 114 orang, termasuk sang Pilot Kapten Irianto yang hingga kini belum diketahui rimbanya.@sarifa