LENSAINDONESIA.COM: Kanwil Bea Cukai Jatim I, memamerkan beberapa hasil ungkap dan penindakan selama tahun 2014. Dari beberapa kali penindakan di bidang tersebut, telah melakukan 417 pencegahan impor, 67 pencegahan ekspor dan 78 pencegahan bidang cukai.

Penindakan yang dilakukan dapat mengamankan potensi kerugian negara di bidang impor sebesar Rp 17,3 miliar, Rp 12,6 miliar bidang ekspor dan Rp 7,071 miliar bidang cukai. Selain itu, Kanwil Bea Cukai Jatim I juga dapat mengamankan nilai barang atas tengah (NPP) sebesar Rp 24,8 miliar serta penyelundupan Narkoba.

Kakanwil Bea Cukai Jatim I, Jatim Agus Yulianto mengaku, dibidang Cukai telah melakukan penindakan sebanyak 7 kasus sidik dan 6 diantaranya sudah disidangkan dalam hal penyelundupan Narkoba, sementara dari bidang kepabean hanya 1 kasus yang ditindak dan telah dilakukan proses sidang. “Kami telah berhasil melakukan penyidikan sebanyak 7 kasus dan 6 lainnya sudah disidang dibidang cukai dan 1 kasus dan telah disidang dibidang Pabean,” terang Agus Yulianto, kemarin, tanpa mau menyebut jumlah tersangkanya.

“Kami disini telah melampaui target penerimaan dibidang bea masuk, bea keluar dan cukai sebesar Rp 40,2 triliun dari target Rp 39,9 triliun. Sementara secara nasional telah mencapai 93 persen dan Jatim melampaui 100,71 persen,” tambah Agus Yulianto bangga.

Agus Yulianto juga memaparkan, bahwa pihaknya di awal tahun 2015 tepatnya, Minggu (10/1/2015), telah menindak pengiriman 17 Balpres (Pakaian bekas) dari Malaysia di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, tujuan Timor Leste. “Balpres ini akan dikirim ke Timor Leste. Namun dari kasus selama ini, setelah menerima barang tersebut, selanjutnya akan dilakukan penjualan ke Indonesia bagian Timur. Ini akan sangat meresahkan pengusaha tekstil dalam negeri,” tambahnya.@rofik