Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Wabah demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur kembali menelan korban jiwa.

Setelah sebelumnya Empat orang meninggal, kali ini penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut merenggut nyawa Fahri Jahfran Anindito, bocah berusia 1 warga Desa Jelak Ombo, Kecamatan Jombang, Kamis (06/02/2015).

Fahri menghembuskan nafas terakhir, Rabu (5/02/2015), sekitar pukul 20.00 WIB. Sebelumnya, korban menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit, yakni RS Muslimat dan RSUD Jombang.

Ibu korban Istiqomah (29) menceritakan, anaknya menderita sakit panas sejak beberapa hari. Selama tiga hari dirawat di rumah sakit Muslimat panasnya tidak kunjung turun. Dan akhirnya hari keempat dirujuk ke RSUD Jombang.

Setelah dirawat di RSUD Jombang, selama di ICU, panas putra dari Istiqomah tak kunjung turun dan kian memburuk. Namun sayang nyawa korban tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir, Rabu(5/2/2015) malam.

Sementara itu, ketika di konfirmasi Direktur RSUD Jombang, Dr Pudji Umbaran mengaku tidak mengetahui adanya pasien DBD yang meninggal dunia di RSUD. Sampai hari ini belum ada laporan yang masuk. Menurut dia dengan adanya kasus DBD tersebut, belum bisa dikategorikan KLB (kejadian luar biasa) DBD .

Hingga hari ini data penderita DBD di Kabupaten Jombang sudah mencapai 144 kasus, dan lima pasien terkena DBD meninggal dunia. Atas kondisi itu, Pemprov Jatim sudah menyatakan KLB (kejadian luara biasa) untuk Jombang. Namun, dari pemerintah kabupaten Jombang masih melakukan pengkajian ulang atas status tersebut dan belum mengkategorikan KLB DBD.@Obi