LENSAINDONESIA.COM: Teror kembali dialami pihak Komisi Pemberantasan Korupsi. Saat ini ancaman tersebut dialami pengacara pimpinan KPK, Nursyahbani Katjasungkana.

Ancaman ancaman teror bom melalui pesan pendek (SMS) tersebut diterima Nursyahbani, Rabu (18/02/2015) jelang dini hari.

Anggota tim kuasa hukum Bambang Widjojanto dari Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Alghifari Aqsa mengatakan, peneror mengancam akan meledakkan rumah Nursyahbani.

“Kita dikasih tahu oleh Bu Nursyahbani. Semalam, dia mendapatkan ancaman teror bom di rumahnya. Isi pesan singkatnya: “Ada bom di halaman rumahmu. Tunggu meledak,” ujar Alghifari menirukan isi SMS tersebut saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Pusat, Kamis (19/02/2015).

SMS tersebut, ungkap Alghifari, datang dari nomor 6287864272394. Pesan datang pada Rabu kemarin, sekitar pukul 23.00 WIB.

Alghifari bercerita, setelah mendapatkan SMS tersebut, Nursyahbani langsung melaporkannya kepada Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti. “Langsung dibalas (oleh Badrodin) dan langsung ditindaklanjut. Ada tim yang langsung menyisir rumah Nursyahbani,” kata dia.

Alghifari menyebutkan, pada pukul 01.00 WIB malam tadi, polisi langsung datang dan menyisir rumah Nursyahbani. Oleh karenanya, ia mengapresiasi kinerja polisi yang langsung tanggap menyisir dan menindaklanjuti laporan teror bom tersebut.

“Ini juga membuktikan bahwa masalah (polemik KPK dan Polri) belum selesai,” ujar Alghifari menyimpulkan. Menurut dia, perlu adanya pengawalan dari media dan publik, karena orang-orang yang bekerja untuk KPK memang harus dilindungi.

Kejadian dan laporan teror terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kisruh dua lembaga negara KPK dan Kepolisian memang beberapa kali terjadi. Mulai dari penyidik, pimpinan hingga saat ini pengacara KPK mendapatkan tekanan yang sama. belum jelas siapa pelaku teror terhadap para pihak, tapi Mabes Polri berjanji untuk mengusut tuntas segala bentuk ancaman itu.

Diketahui, Nursyahbani Katjasungkana merupakan kuasa hukum dua pimpinan nonaktif KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.@ridwan_LICOM