LENSAINDONESIA.COM: Nissin, produk biscuit menggelar even “Mendadak Eksis”. Event ini merupakan ajang untuk mewujudkan impian bagi yang berbakat akting, menyanyi, parodi, stand up comedy, bermain musik, musikalisasi, puisi, dance hingga berbonus jalan-ajalan ke Amerika Serikat untuk bermain film di negeri Paman Sam tersebut.

Meni, Brand Manager Nissin, mengatakan, event ini merupakan pertama kali digelar sebagai wadah para muda Indonesia mengasah bakatnya sekreatif mungkin melalui video contest yang dimulai tanggal 1 Februari 2015 hingga 31 Maret 2015.

“Caranya cukup mudah. Peserta wajib mengupload video di akun youtube masing-masing. Kemudian melakukan registrasi data diri dan mengirimkan link videonya ke www.mendadakeksis.com dan mencantumkan caption Nissin Mendadak Eksis pada judul videonya,” ungkap Meni kepada Lensaindonesia.com di SCBD Sudirman Lot.18, Jakarta, Rabu kemarin (18/2/2015).

Dalam proses pencarian bakat ini, lanjut Meni, pihaknya menggelar roadshow di pusat-pusat perbelanjaan dan kampus di beberapa kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Makassar. Untuk Jakarta (4-24 Februari 2015) dilakukan di Mal Margocity Depok, Fisip UI Depok, Universitas Negeri Jakarta, Mal Summarecon Serpong, Mal Summarecon Bekasi dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Ciputat.

Bandung (23 Februari-1 Mareti 2015) di Universitas Pasundan Bandung dan Mal Trans Studio. Surabaya (2-8 Maret 2015) di Universitas Airlangga dan sebuah mal di kota Surabaya. Makassar (9-15 Maret 2015) di Universitas Negeri Makassar dan Mal Panakukang. “Animo masyarakat mengikuti kontes ini cukup besar. Di Jakarta aja sudah lebih dari 400 orang yang terdaftar,” pungkas Meni.

Sementara itu, Hanum Salsabiela Rais selaku pengarang novel “Bulan Terbelah Di Langit Amerika” mengharapkan filmnya nanti bakal sukses di industi perfilman Indonesia sebagaimana film 99 Cahaya Di Langit Eropa yang juga karyanya. Namun Hanum menampik, film yang bakal syuting di kota New York, Amerika Serikat ini merupakan sequel dari film 99 Cahaya Di Langit Eropa.

“Tak dapat dipungkiri, film ini religi yang kontemporer. Namun film ini bukan lanjutan film 99 Cahaya Di Langit Eropa. Tidak ada hubungan sama sekali. Film yang lama sudah selesai. Film yang baru ini mengenai petualangan Hanung dan Rangga yang kebetulan menceritakan kehidupan saya dan suami saat berada di Amerika Serikat. Suami saat itu sedang sekolah beasiswa, sedangkan saya wartawan media cetak. Saat itu saya meliput korban tragedi serangan 11 September 2011. Dari liputan saya tersebut, ternyata menguak misteri sejarah Amerika Serikat yang sebenarnya,” tutur Hanum.

Dari program ini, terdapat hadiah mingguan berupa 12 pemenang mendapat tiket nonton film Bulan Terbelah di Langit Amerika yang dibagikan seminggu sebelum film tersebut tayang di bioskop. Di akhir periode, akan dipilih 2 pemenang utama yang berkesempatan main di film yang akan syuting di New York, Amerika. @Rudi