LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan program Kredit Usaha Pembibitan/Peternakan Sapi (KUPS) di Jombang senilai Rp 49,5 miliar.

Masing-masing Ketua Koperasi Peternakan Bidara Tani Jombang, MME, mantan Pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang, BW dan Penyelia Operasional Kredit Bank Jatim Cabang Jombang, HCS. “Tiga orang tersebut sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini,” ungkap Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Febrie Adriansyah, kemarin.

Menurutnya, penetapan tersangka ini setelah ditemukan dua alat bukti kuat melalui Kejari Jombang. Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah kasusnya naik dari level penyelidikan ke penyidikan, 5 Februari lalu.

Dalam proyek ini, tersangka MME diketahui tidak menjalankan sepenuhnya program yang pendanaannya berasal dari Kementerian Pertanian tahun 2009 itu tersebut. Penyidik Kejati Jatim menemukan bukti bahwa MME tidak membelanjakan dana dari pemerintah itu untuk membeli 2000 ekor sapi Australia, sebagaimana ketentuan dalam program ini.

Sementara dua mantan pejabat Bank Jatim Cabang Jombang, menjadi tersangka karena dianggap telah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) pencairan dana bantuan kementerian. BW dan HCS disebut melakukan kelalaian hingga Koperasi Peternakan Bidara Tani bisa melakukan penyelewengan. “Indikasi korupsinya sangat jelas. Dana yang dikucurkan oleh pemerintah itu hanya dibelikan 750 ekor sapi. Padahal, dana tersebut cukup untuk membeli dua ribu ekor sapi,” ujar Muhammad Rohmadi, Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Jatim.

Lebih parah lagi, dari penelusuran penyidik Kejati Jatim, ditemukan bahwa 750 ekor sapi yang dibeli oleh koperasi terkait, tidak seluruhnya sapi Australia. “Ada sekitar separo dari jumlah sapi itu, adalah sapi lokal dengan harga yang tidak terlalu mahal,” paparnya.

“Selain masih melakukan pendalaman dengan memintai keterangan sejumlah saksi atas perkara ini, penyidik juga memintakan audit ke BPK untuk memastikan nilai kerugian negaranya,” pungkas Rohmadi. @ian