Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Pemerintah beri sinyal setujui Pertamina kelola Blok Mahakam 

LENSAINDONESIA.COM: Pengelolaan Blok Mahakam Kalimantan Timur akhirnya diserahkan kepada PT Pertamina (Persero). Hal ini menyusul habisnya kontrak Total E&P Indonesie dan Inpex Coorporation pada 2017 mendatang.

“Pemerintah sudah kasih arah jelas, arahnya kasih ke Pertamina,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, di Lhoksumawe, Aceh, Senin (9/3/2015).

Tapi masih belum diketahui berapa komposisi saham yang diberikan kepada Pertamina. Kata Sudirman Said, hal tersebut akan dinegoisasikan antara BUMN ini dengan pengelola blok yang lama, meski diakuinya Pertamina meminta pengelolaan secara 100 persen atau mayoritas.

Sudirman Said mengatakan sejak Novemmber telah ada pembicaraan antara Total dengan Pertamina.

“Saya rasa gini, sejak November kita sudah bicara pada keduanya. Kepada Total kita sampaikan signal itu, kepada Pertamina juga begitu, jadi seharusnya bukan mulai dari nol sama sekali. Jadi Selama ini Pertamina mampu membuat proposal karena dasar-dasarnya dari mereka, jadi hubungan antara keduanya seharusnya sudah oke,” papar Sudirman.

Ia berjanji akan mempertemukan antara Pertamina dengan Total.

Sebelumnya, Dirut PT Pertamina Dwi Soetjipto siap menjalankan keputusan pemerintah apabila ditunjuk mengelola sumur Migas Blok Mahakam di Kutai, Kalimantan Timur.

Pertamina saat ini secara finansial sudah sangat siap untuk mengambil alih Blok Mahakam dari Total. Bahkan perhitungan dana investasi juga sudah dilakukan.

Pertamina pun sejak bulan November 2014 lalu telah mengajukan proposal tertulis untuk mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam itu. Surat tersebut merupakan penegasan kembali minat Pertamina untuk mengelola blok Mahakam yang telah disampaikan kepada Pemerintah sejak tahun 2008.

Sebagaimana diketahui, kontrak bagi hasil blok Mahakam ditandatangani pada 1967 yang kemudian diperpanjang pada 1997 untuk jangka waktu 20 tahun sampai 2017.

Baca Juga:  Princess Cruises tawarkan wisata lihat gerhana matahari di Selat Malaka

Awalnya, saat eksplorasi dilakukan pada 1967, cadangan (gabungan cadangan terbukti dan cadangan potensial atau dikenal dengan istilah 2P-red) minyak dan gas bumi di Blok Mahakam cukup besar yaitu 1,68 miliar barel minyak dan gas bumi sebesar 21,2 triliun kaki kubik (TCF).

Pascamulai diproduksi dari lapangan Bekapai pada 1974, produksi dan pengurasan secara besar-besaran cadangan membuat Indonesia menjadi eksportir LNG terbesar di dunia pada tahun 1980-2000.

Namun, kini setelah selama 40 tahun, sisa cadangan 2P minyak saat ini sebesar 185 juta barel dan cadangan 2P gas sebesar 5,7 TCF.

Pada akhir masa kontrak tahun 2017 diperkirakan masih tersisa cadangan 2P minyak sebesar 131 juta barel dan cadangan 2P gas sebanyak 3,8 TCF pada tahun 2017. Dari jumlah tersebut diperkirakan sisa cadangan terbukti (P1) gas kurang dari 2 TCF.@sita