LENSAINDONESIA.COM: Penyakit stroke adalah salah satu penyakit yang ditakuti oleh banyak kalangan. Sebab penyakit ini bisa menyebabkan kanker,serangan jantung hingga kematian. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diperkirakan ada 795.000 orang menderita stroke setiap tahunnya.

Kemudian CDC menyebut kalau stroke menyerang karena faktor perilaku orangitu sendiri. Dikutip dari , CDC menyebutkan ada tiga perilaku seseorang yang dianggap sepele dan menjadi kebiasaan sehari-hadailyfinance.comri, namun berperan besar membuat mereka terkena stroke.

Pertama, yakni kebiasaan merokok. Merokok terbukti menyerang pembuluh darah. Faktor risiko stroke juga menghantui mereka yang bukan perokok melalui asap.
Sebuah penelitian yang dipresentasikan di 2011 pada Kongres Stroke Kanada menunjukkan perokok dua kali berisiko mengalami stroke dibandingkan non-perokok. Salah satu cara pencegahannya adalah berhenti merokok.

Kedua, konsumsi alkohol. Penggunaan alkohol yang berlebihan menyebabkan potensi meningkatnya tekanan darah dan kolesterol. Sehingga risiko terserang stroke pun kian tinggi.

Ketiga, malas berolahraga. Tidak ada keajaiban yang dapat mencegah terjadinya stroke bila tidak berolahraga. Orang-orang yang secara fisik tidak aktif bergerak, berada pada risiko terserang stroke lebih tinggi. Hal ini akibat tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Berolahraga memang bukan solusi mencegah stroke secara keseluruhan, namun setidaknya mengurangi kemungkinan terkena penyakit tersebut.

Meski penyakit stroke rata-rata menyerang para orang tua. Tapi dalam beberapa kasus stroke bisa menyerang di usia remaja, faktor genetika (keturunan) merupakan penyebab utama terjadinya stroke. Sering ditemui kasus stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau kelainan sistem darah seperti penyakit hemofilia dan thalassemia yang diturunkan oleh orang tua penderita.

Sedangkan jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi) dan penyakit jantung, kemungkinan terkena stroke menjadi lebih besar pada anggota keluarga lainnya.

Selain itu, penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (low density lipoprotein) yang sangat tinggi. Koleserol jahat ini banyak terdapat pada junk food (makanan cepat saji).@sarifa