Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
DKI

Jelang penyerahan APBD DKI, elite parpol gelar rapat tertutup di hotel 

LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah pimpinan partai politik Ibukota menggelar pertemuan tertutup di salah satu hotel kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2015) malam.

Artinya, pertemuan tersebut sehari menjelang batas waktu pengembalian anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2015 hasil evaluasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), hari ini (20/3/2015).

Berdasarkan pantauan LensaIndonesia.com di lokasi, mereka yang hadir adalah Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik, Sekretaris DPD Golkar DKI Zainuddin, dan Sekretaris DPD Hanura DKI Veri Yonnevil. Tak lama berselang, Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DKI terpilih Boy Sadikin, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Selamat Nurdin, dan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Abraham Lunggana.

Sekira pukul 20.00 WIB, mereka naik lift menuju salah satu lantai dan menggelar rapat. Namun tak diketahui pasti, di mana ruangan yang dipakai untuk mengadakan pertemuan. Baru sekitar pukul 22.30 WIB, satu per satu keluar hotel.

Disinggung soal pertemuan tersebut, Taufik menerangkan, hanya perjumpaan biasa yang rutin digelar. Namun dia tak menampik, menyinggung masalah APBD 2015 dan hak angket. “Dalam pertemuan tadi, kami semua sepakat, untuk menggunakan pergub (peraturan gubernur),” terangnya.

Jika pergub disahkan, maka DKI akan memakai APBD 2014.

Hal senada diutarakan Boy. Alasannya, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berkeinginan roda pemerintahan dan pembangunan Jakarta memakai APBD 2014. “Ya, kami ikuti saja.”

Dia pun menginstruksikan seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD tunduk terhadap keputusan itu. Sementara, Veri menambahkan, “Masalah ini, tak ada kaitannya dengan KMP (Koalisi Merah Putih) ataupun KIH (Koalisi Indonesia Hebat). Ini masalah harga diri dewan.”

Saat disinggung soal ketidakhadiran Demokrat, Veri menjelaskan, Nachrowi Ramli selaku pemimpin partai bintang mercy di Jakarta mengetahui agenda tersebut. “Dia tidak bisa hadir, karena mendadak dipanggil ke Cikeas (kediaman Susilo Bambang
Yudhoyono).”

Baca Juga:  Polsek Wonokromo diserang, satu petugas terluka, pelaku tumbang

Diketahui sebelumnya, Ketua DPRD DKI yang notabene kader PDIP, Prasetio Edi Marsudi menegaskan, pihaknya mendukung APBD 2015 diterapkan. Beberapa jam kemudian, Fraksi Golkar pun berpendapat demikian.

Tetapi, keputusan resmi DPRD terhadap APBD, apakah memakai tahun 2015 atau pergub, diputuskan dalam rapat pimpinan yang digelar siang nanti, menyusul rapat serupa, diadakan Kamis siang, tak menemui titik temu. Sebab, seluruh dokumen APBD dari
eksekutif tak ada.

Di sisi lain, terkait angket, kata wakil ketua Komisi B itu, sampai kini masih berjalan, kendati dalam beberapa terakhir tak menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait hak penyelidikan tersebut.

“Kami hanya tinggal rapat internal untuk menyimpulkan hasil rapat-rapat sebelumnya, lalu membuat memaparkan hasil temuan-temuan ke paripurna,” tandasnya.

Pada kesempatan berbeda, terpantau sejumlah aparatur DKI tengah bertugas di ruang kerja Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda), di salah satu gedung di Balaikota.

Mereka tengah sibuk menginput sejumlah kegiatan ke e-budgeting hasil pembahasan bersama dewan, Rabu (17/3/2015) lalu. Bahkan, hingga dini hari tadi, Wakil Gubernur serta Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Djarot Saiful Hidayat dan Saefullah, sempat hadir untuk meninjau langsung. @fatah_sidik