LENSAINDONESIA.COM: Dit Polair Polda Jatim menangkap kapal nelayan KM Anggun Potre Koneng saat berlayar 1 mil di perairan Kalianget Madura. Kapal nelayan tersebut diamankan kerena sama sekali tidak dilengkapi dokumen.

Kapal yang dinahkodai Rasyid (43) asal Lenteng Sumenep tersebut, selain tidak mengantongi surat ijin berlayar (SPB) juga tidak dilengkapi dengan surat ijin penangkapan ikan (SIPI) dan surat ijin usaha perikanan (SIUP). Untuk proses selanjutnya, petugas membawa KM Anggun Potre Koneng ke Mako Dit Polair Polda Jatim.

Kasat Patroli Dit Polair Polda Jatim AKBP Puji Hendro Wibowo mengatakan, dalam penegakan 8 Quick Win Kapolri, pihaknya melakukan patroli guna pencegahan pelanggaran yang ada di perairan yang ada di seluruh wilayah Dit Polair Polda Jatim.

“Saat anggota Dit Polair Polda Jatim melakukan patroli rutin, mendapati sebuah kapal nelayan yang tidak dilengkapi dokumen SIPI, SPB dan SIUP, serta menggunakan jaring troll yang dilarang pemerintah dan tertuang dalam undang undang perikanan,” terang AKBP Puji Hendro Wibowo saat ditemui di ruangannya, Selasa (24/3/2015).

“Penggunaan jaring troll sendiri memang dilarang pemerintah. Sementara saat ini hingga September 2015, akan disosialisasikan kepada nelayan. Setelah masa sosialisasi tersebut masih digunakan, tentunya akan dilakukan tindakan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tambah AKBP Puji Hendro Wibowo.

Mantan Ajudan Wapres Jusuf Kalla ini menjelaskan lebih lanjut, Dit Polair Jatim sendiri selain pokok melakukan tindakan hukum di perairan, juga tetap melakukan penyuluhan terhadap masyarakat khususnya masyarakat pesisir tetang aturan penangkapan ikan. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Dit Polair Polda Jatim menjerat pemilik dan ABK kapal dengan Pasal 26, 27 dan 42 UU Perikanan no 45 tahun 2009 dengan ancaman pidana 8 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar. @rofik