LENSAINDONESIA.COM: Upaya hukum banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang dilakukan keluarga pemilik Dunia Bakery, Peter Cahyono, Tjoa Amelia dan Tjo Fining Cahyono, tiga terdakwa kasus penganiayaan pembantu bakal terganjal.

Pasalnya, berkas banding yang diajukan ketiga terdakwa kasus penganiayaan pembantu ini telah ‘raib’ di tangan Dwityo Prasanto, Panitera yang menangani perkara ini.

Hilangnya berkas itu diketahui setelah para terdakwa ini mendatangi Dwityo Prasanto untuk menanyakan apakah memori banding yang diajukan mereka sudah dikirim ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Namun saat ditanya, sang panitera ini malah menjawab enteng dan mengatakan kalau berkas perkaranya ketlisut (hilang).

Merasa dipermainkan, masalah inipun akhirnya diadukan ke Pansek PN Surabaya, I Gede Ngurah Arya Winaya. Namun setelah akan dikonfrontir oleh Pansek, Panitera Dwityo Prasanto malah menghilang dari ruang kerjanya.

“Dihubungi Handphonenya mati, lalu disusul oleh stafnya Pansek ke ruang kerjanya malah gak ada ditempat,” jelas F Luthfi Rachman selaku penasehat hukum ketiga terdakwa, usai menemui Pansek PN Surabaya, Selasa (24/3/2015).

Dijelaskan Luthfi, berkas banding kliennya tersebut tidak pernah sampai ke ke Pengadilan Tinggi lantaran memang tidak dikirim. “Dua kali saya cek dan berkas perkara No 587 ini memang belum dikirim di PT. Yang pertama saya cek Senin 16 Maret 2015 dan yang kedua Senin 23 Maret 2015,” ujarnya.

Upaya banding ini dilakukan setelah Bos Dunia Bakery, Peter Cahyono, Tjoa Amelia dan Tjoa Fining Cahyono lantaran tak puas atas putusan majelis hakim PN Surabaya yang terdiri dari Heru Susanto (Hakim Ketua) Sigit Purwoko dan Ainor Rofik (selaku hakim anggota) pada 14 Oktober 2014 lalu.

Oleh majelis hakim, ketiga terdakwa kasus penganiayaan pembantu itu dihukum masing-masing dengan pidana penjara selama dua bulan. Mereka dinyatakan terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap Rustiningsih, sesuai pasal 170 ayat (1)KUHP. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan JPU Eko Nugroho yang sebelumnya menuntut 4 bulan penjara.

Atas putusan tersebut, keluarga Bos Dunia Bakery itu langsung mengajukan banding dan dalam salinan putusan perkara Nomor 587/Pid.B/2014/PN.SBY tertulis putusan perkara ini masih belum mempunyai kekuatan hukum tetap, karena para terdakwa menyatakan banding.@ian