LENSAINDONESIA.COM: Perompak Masalembu Sumenep Madura Jatim melakukan teror dengan memeras sedikitnya 18 kapal nelayan pencari ikan dalam kurun waktu dua bulan. Sejak beraksi mulai September-November 2014, kelompok perompak ini berhasil mengumpulkan uang Rp 900 juta.

Kasus pemerasan yang meresahkan para nelayan yang sebagian besar dari Juwana dan Rembang Jawa Tengah ini, oleh korban langsung dilaporkan ke Dit Polair Mabes Polri dan dilimpahkan kepada Polda Jatim, akhirnya mengamankan sembilan koordinator perompak.

Sembilan orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut diantaranya, Ribut Wahidi, Mat Nari, Haji Supang alias Sultan, Fattah, Niruki, Semang, Bahlevi, Tusni dan Tofan.

Dit Polair Polda Jatim juga memerika 15 pria yang diduga anggota perompak, yakni Addur, Hamzah, idriz, firdaus, Mirdan alias Amir, Suep, Idris, Sapuri, Firdaus, Haji Arfan, Eccun alias Sam Samsul, Mat Tari, Samhuri, Haddin, dan Suhri,

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, para pelaku yang mengatas namakan aliansi kelompok nelayan Masalembu tersebut, Sabtu (27/9/2014) sekitar pukul 03.00 WIB, melakukan penyanderaan terhadap tiga kapal nelayan dengan tudahan telah merusak rumpon (jala) milik nelayan setempat dan meminta tebusan Rp 150 juta.

“Berselang dua bulan kemudian, tepatnya 2 november 2014, mereka beraksi kembali dengan menangkap 15 kapal nelayan asal Rembang Jateng. Setelah menguasai dan menyandera para Nahkoda dan ABK menggunakan Sajam, kelompok ini meminta tebusan Rp 750 juta,” terang Kombes Pol Awi Setiyono.

“Mereka sebelum melakukan pemerasan terhadap 15 kapal nelayan asal Jawa Tengah ini juga telah melakukan hal yang sama terhadap tiga kapal asal JuWana dan Jakarta. Para pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp 50 juta,” tambahnya.

Kombes Pol Awi Setiyono menampik sebutan bahwa para pelaku pemerasan ini ini disebut perompak karena melakukan aksi kejahatannya di darat. “Kami bukan mengistilahkan pelaku ini sebagai perompak, tapi pelaku pemerasan karena melakukan aksi memeras uang di darat setelah sebelumnya lebih dulu kapal-kapal yang ditangkap dan dikuasai, digiring ke darat,” ucapnya

Para pelaku pemerasan ini dijerat pasal 368 ayat 1 Jo 55,56 KUHP tentang pemerasan dan pengancaman, dan diancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.@rofik