LENSAINDONESIA.COM: Campur tangan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dalam urusan internal ISL, bisa menyebabkan PSSI mendapat sorotan khusus dari AFC maupun FIFA. Keikutsertaan BOPI ini bisa menyebabkan Indonesia terkena sanksi dan Tim Nasional (Timnas) tidak bisa berlaga dalam ajang internasional.

Seperti yang diungkapkan Pakar Hukum Olahraga, Ahmad Yulianto Ihsan, bahwa kinerja PSSI, ISL maupun klub anggota, harus lepas dari campur tangan pihak lain, salah satunya pemerintahan. “Harus diingat-ingat, bahwa urusan sepakbola hanya boleh diurus oleh anggota FIFA atau AFC,” ujarnya.

Ahmad Yulianto mengingatkan, sudah ada negara Asia Tenggara yang terkena sanksi dikarenakan pemerintahan negara tersebut turut ambil bagian di Organisasi pesepakbolaan. “Pemerintahan entah itu melalui kelembagaan apa saja selama tidak tercantum dalam FIFA dan AFC, tidak boleh ambil bagian atau mengganggu berlansungnya kegiatan sepakbola, ini sudah kesepakatan internasional,” ungkapnya.

“Lihat, apa yang sudah terjadi di Brunei Darusalam. Timnas mereka pernah tidak bisa berlaga di ajang internasional. Jika hal itu terjadi di Indonesia, akan menjadi kerugian yang besar juga. Jadi pemerintahan juga harus paham akan hal ini,” imbuhnya.

Adanya permasalahan seperti ini, Ahmad Yulianto menyalahkan sepenuhnya ke pemerintahan. “Undang-undang keolahragaan di Indonesia ini harus diperbaiki terlebih dahulu, jika ingin semua prosesnya jelas,” paparnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa semua cabang olahraga mempunyai induk olahraga sampai tingkatan internasional. “Olahraga harus punya payung hukum sendiri dan itu sudah ada di masing-masing induk organisasi internasional. Terbentuknya juga dengan kesepakatan internasional juga,” tutup pria pengoleksi batu bacan ini.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, sejumlah masyarakat pecinta sepakbola langsung menanggapi keputusan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), setelah lembaga ini mengumumkan tim-tim mana saja yang berhak mengikuti Indonesia Super League (ISL) 2015 dan melarang Persebaya Surabaya dan Arema Cronous bertanding. Bahkan ada sejumlah pihak yang mengangap langkah BOPI ini salah besar.@angga_lensa