LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah masyarakat pecinta sepakbola langsung menanggapi keputusan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), setelah lembaga ini mengumumkan tim-tim mana saja yang berhak mengikuti Indonesia Super League (ISL) 2015 dan melarang Persebaya Surabaya dan Arema Cronous bertanding. Bahkan ada sejumlah pihak yang mengangap langkah BOPI ini salah besar.

Menurut Pakar Hukum Olahraga, dr Ahmad Yulianto, BOPI sebenarnya tak boleh turut campur permasalahan klub ataupun Liga. “Siapa mereka? Kok enak-enaknya ikut campur dalam masalah klub. Apa lagi merekomendasi Persebaya Surabaya dan Arema Cronous tidak boleh bertanding, itu bukan hak mereka melarang klub bertanding,” ujarnya kepada Lensa Indonesia, Kamis (2/4/2015) siang.

Menurut Ahmad Yulianto, yang berhak melarang atau memberi sanksi kepada klub hanya FIFA, AFC dan PSSI. “BOPI-kan bukan termasuk anggota FIFA, kenapa harus turut campur masalah ini. Pasti janggal jika mereka melakukan hal ini terhadap klub yang berlaga di ISL nanti,” imbuhnya.

Ahmad Yulianto menambahkan, klub yang saat ini masuk kategori C dalam verifikasi yang dilakukan BOPI agar tak usah menaggapi hal ini dengan serius. “Sudah, lanjutkan saja bertanding, BOPI tidak punya hak dengan perijinan,” paparnya.

Selain itu, kabar burung yang tersiar bahwa Persebaya Surabaya dan Arema Cronous juga tersandung masalah legalitas ataupun dualisme, sehingga BOPI memberikan dua tim ini di kategori C juga ditanggapi dingin oleh Ahmad Yulianto. “Lho, kedua tim ini tercatat sebagai anggota PSSI, sekarang bisa diketahui mana yang legal dan tidaknya. Yang pasti yang ilegal itu yang tidak tercatat anggota PSSI,” ungkapnya tertawa geli.

“Jika dilihat dari pajak, BOPI juga tidak bisa ambil bagian, kan ada lembaga perpajakan di Indonesia, kenapa BOPI ambil pusing dengan hal itu,” pungkas pria yang saat ini juga sebagai pengurus KONI Surabaya. @angga_lensa