LENSANDONESIA.COM: Jawa Timur masih terus kekurangan produksi susu sapi. SEperti tahun-tahun sebelumnya, untuk memenuhi kebutuhan susu sapi Dinas Peternakan Jatim mendatangkan sapi impor. Tahun ini ditargetkan akan mengimpor sapi perah asal Australia sebanyak 450 ekor.

Kepala Dinas Peternakan Jatim, Maskur menyebutkan, Jatim ini kekurangan 30 ribu ekor sapi perah untuk bisa mencukupi produksi susu bagi keperluan konsumsi dan industri pengolahan susu (IPS). “Tiap tahun kami mengimpor 450 ekor sebagai stimulan agar ketergantungan impor susu perlahan bisa berkurang,’ ungkapnya, Selasa (07/04/2015).

Dalam mendatangkan sapi-sapi tersebut, pihaknya punya kriteria khusus yang harus dipenuhi. Diantaranya sapi harus memiliki kualitas sesuai protokol kesehatan ternak Indonesia dan mampu memproduksi susu mencapai 5.000-6.000 liter susu per laktasi atau selama pemerahan sekitar 300 hari. “Kalau produksi susunya sesuai ketentuan yang kita minta, maka sapi bisa kita impor,” katanya.

Ke depan, Pemprov Jatim juga akan terus mengusahakan agar wilayahnya bisa swasembada susu. Untuk mewujudkan hal itu maka diperlukan 45 ribu ekor sapi produktif yang per ekornya seharga Rp 40 juta. Sehingga total anggaran investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 1,2 triliun.

Karenanya perlu dibantu anggaran dari pemerintah pusat. Ditargetkan, Jatim baru bisa swasembada dalam jangka waktu 15 tahun sejak 2009. Meski demikian, masih kata Maskur, selama satu periode (2009-2014) dibawah kepemimpinan Gubernur Soekarwo, Pemprov Jatim mampu mendatangkan 6.500 sapi perah.

Tak hanya mengandalkan dari bantuan pemerintah, ia juga berharap dengan adanya peran swasta yang diharapkan lebih mempercepat target swasembada. Ia mencontohkan salah satu IPS swasta yakni PT Greenfield yang telah mendatangkan 10 ribu ekor sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu bagi industrinya.

“Kami berharap industri lain juga mengikuti upaya Greenfield, seperti Nestle, Indolakto dan yang lainnya juga. Ini perlu karena daya saing tidak
hanya modal pemerintah,” pungkas dia.

Jika dihitung produksi susu Jatim pertahun mencapai sekitar 410 ribu ton. Sedangkan jika dihitung rata-rata kebutuhan perharinya mencapai 1,7 juta
liter. Dari produksi susu sapi di Jatim hanya di kisaran 1 juta liter per hari sehingga 700 ribu liter per harinya masih dipenuhi dari impor.@sarifa