LENSAINDONESIA.COM: Untuk menghambat laju pertumbuhan perokok serta menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat akan bahaya rokok, kali ini sekumpulan para wanita yang terbentuk dalam organisasi WITT (Wanita Indonesia Tanpa Tembakau) menggelar deklarasi WITT di Jawa Timur.

“Kita tahu bahaya rokok menimbulkan penyakit yang berbahaya hingga mendorong untuk mengeluarkan biaya besar untuk pengobatannya. Dengan ini peran wanita mengingatkan kaum lelaki untuk menjauhi konsumsi rokok serta mendidik anaknya untuk tak menyentuh rokok tersebut. Sebab kenyataan yang ada, kini perokok di usia anak di Indonesia kian bertambah tiap tahun’, ujar Hj. Nunung Bakhtiar, ketua panitia Deklarasi WITT Jatim dalam sambutannya, Kamis, (16/04/2015).

Nunung, menambahkan, menurut data dai komnasham Perlindungan Anak di tahun 2012 bahwa terdapat 1,2 juta anak usia 10-14 tahun telah mengkonsumsi rokok. Bahkan perokok di usia anak yang umurnya di bawah 10 tahun mencapai 239.000 anak. Hal ini mengkondisikan bahwa Indonesia tercatat sebagai negara pengkonsumsi rokok di usia anak terbesar di Asia menurut data Global Youth Tobacco Survey.

Di kesempatan yang sama, Dra. Arie Soeripan Poetri, MM, Ketua WITT Jawa Timur mengatakan, diharapkan adanya deklarasi WITT di Jawa Timur ini untuk meminimalis pengguna rokok, karena diketahui merupakan pintu gerbang mengarah pada penggunaan narkoba. Untuk tingkat rokok di tahun 2010 khususnya di Jawa Timur sangat tinggi dibanding propinsi lain, terutama pada remaja hingga mencapai 59 persen.

“Memang benar di segmen remaja khususnya di Jawa Timur ini pengkonsumsi rokok masih cukup tinggi, apalagi banyak perusahaan rokok yang ada di propinsi ini. Untuk itu, kami ingin bekerja sama dengan pemerintah propinsi agar segera memutuskan Perda terkait rokok ini belum ditetapkan, ujar Arie.

Saat ini, WITT memiliki beberapa perwakilan di Cabang Jambi, Papua Barat, Jawa Barat meliputi Bandung dan Sukabumi, dan hari Jawa timur.@Eld